Posted by : Muhammad Iqbhal Senin, 23 Juni 2014

Cinta Tapi Beda - Apa Yang Dipersatukan TUHAN, Tidak Dapat Dipisahkan Manusia
[Review Film]
2012


Directed by Hestu Saputra, Hanung Bramantyo  
Produced by Raam Punjabi  
Written by Taty Apriliyana, Novia Faizal, Perdana Kartawiyudha  
Starring Agni Pratistha, Reza Nangin, Choky Sitohang, Ratu Felisha, Agus Kuncoro, Jajang C Noer, Nungky Kusumastuti, Hudson Prananjaya, Leroy Osmani, Ayu Dyah Pasha, Aris Gepeng, Rara Nawangsih, Suharyoso, Sitoresmi Prabuningrat, August Melasz 
Music by Erros Chandra  
Cinematography Batara Goempar Siagian 
Editing by Wawan I Wibowo  
Studio Multivision Plus Pictures  
Running time 96 minutes  
Country Indonesia  
Language Indonesian



Film ini mengisahkan hubungan percintaan berliku antara 2 tokoh dan karakter yang berasal dari latar belakang agama dan kepercayaan yang berbeda, Cahyo (Reza Nangin) dan Diana (Agni Pratistha).

Cahyo, yang berasal dari keluarga Muslim yang taat di Yogjakarta, adalah seorang juru masak berbakat yang bekerja di salah satu restoran paling populer di Jakarta.
 
Sementara itu, Diana, yang berasal dari keluarga dengan latar belakang kepercayaan Katolik di Padang, merupakan seorang mahasiswi jurusan tari yang saat ini sedang akan menghadapi ujian akhirnya. 

Keduanya secara tidak sengaja bertemu di sanggar tari yang dikelola oleh bibi Cahyo, Dyah Murtiwi (Nungky Kusumastuti). 

Pertemuan tersebut kemudian secara perlahan berlanjut menjadi hubungan percintaan yang akhirnya tidak dapat memisahkan keduanya.

Walaupun begitu, permasalahan mulai muncul ketika Cahyo memperkenalkan Diana pada keluarganya. Keluarga Cahyo yang masih hidup dengan latar belakang agama Islam yang sangat kuat jelas merasa kaget ketika Cahyo memperkenalkan seorang gadis yang berasal dari latar agama lain sebagai calon pendampingnya. Perdebatan kata-kata sengit antara Cahyo dan ayahnya, Fadholi (Suharyoso), jelas tidak terelakkan lagi. Keluarga Cahyo sendiri bukanlah satu-satunya pihak yang tidak menyukai hubungan tersebut. 

Ibu Diana (Jajang C Noer), yang merasa dirinya telah kehilangan beberapa anaknya akibat memilih untuk meninggalkan kepercayaan Katolik yang mereka anut, juga tak ingin Diana menjalin hubungan dengan Cahyo. Cahyo dan Diana jelas masih sangat mencintai satu sama lain. Namun dengan semakin tingginya tekanan yang diarahkan pada mereka, hubungan kasih keduanya sedang berada dalam masa kritis dan dapat saja berujung dengan perpisahan untuk selamanya.
Bagaimana selanjutnya tentang kisah cinta Cahyo dan Diana? Kalian bisa nonton full movie-nya di sini:


Rating Fim:

{ 8 Komentar... read them below or Comment }

  1. saya sudah nonton film ini... ceritanya menarik, walau pada awal peluncuran film ini sempat menimbulkan kontroversi dr berbagai pihak ya.. sayang nya dalam film ini hanya sedikit memperlihatkan keindahan kota jogja dan padang nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah maklum dengan keadaan negara kita yang masyarakatnya sebagian punya sifat suudzon dan gak bisa menarik kesimpulan yang positif di setiap film. Kalau memang di film itu udah dijelaskan tidak pernah merusak dan memihak salah satu keyakinan, lalu kenapa orang-orang itu yang ribet. Selama banyak yang suka, buat gue, film ini bisa bersaing dengan film--film romance di luar negeri:)

      Hapus
  2. Kayaknya filmnya keren. Tapi seringnya film Indonesia dengan tema menarik kayak gini kurang terekspos ya :/ Kurang mainstream kali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi pesan moralnya keren. Nacep! :D

      Hapus
  3. Gue nonton ini mah nangis, ceritanya bagus banget. Happy ending, walau berbeda, mereka niat menikah. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap. Happy ending dan happy wedding :')

      Hapus

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -