Posted by : Muhammad Iqbhal Senin, 21 Juli 2014




Keluarga merupakan salah satu yang paling penting dalam kehidupan manusia. Ada yang memiliki keluarga yang lengkap, ada juga yang menurutnya belum lengkap. Keluarga itu sedikitnya terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak. Tapi jika ditambah dengan kakek, nenek, paman, bibi, keponakan, sepupu, dan lain-lain. Itu adalah termasuk keluarga besar. Nggak sedikit di antara kita masih tinggal satu rumah dengan keluarga besar. 

Mungkin masih tinggal dengan keluarga besar adalah suatu hal yang membuat keluarga menjadi lengkap dan sempurna. Tapi apa dengan lengkap itu menjadi sempurna?

Oke, kali ini kita akan menyelesaikan masalah itu. Keluarga yang lengkap dan keluarga yang sempurna. Mungkin semua orang pengen kedua-duanya. Tapi masih kebanyakan diantara mereka yang belum paham dan mengerti yang menjadi maknanya.

Keluarga lengkap

keluarga yang memiliki ayah, ibu, dan anak. Bahkan masih memiliki kakek, nenek dan saudara-saudara lainnya. Indah bukan? Bisa banyak orang di rumah, rumah jadi nggak pernah sepi, selalu ada teman ngobrol dirumah, dan masih banyak yang perhatian ke kita, di rumah.

Tapi apa yang terjadi kalau kita punya keluarga yang lengkap, tapi nggak pernah berkomunikasi di dalamnya? Apa yang terjadi jika kita punya keluarga yang lengkap tapi kita nggak pernah di beri perhatian dan pengertian yang lebih? Dan apa yang terjadi saat kita punya keluarga yang lengkap tapi nggak pernah menganggap kita ada?

Semua gue alamin disitu. Punya keluarga lengkap, ayah, ibu tiri, adik tiri dirumah. Semua itu malah nggak pernah membuat gue  berkomunikasi sama mereka atau dekat dengan mereka. Nyokap kandung gue cerai dengan bokap saat gue masih kecil, gue nggak pernah tau masalah mereka itu kenapa sampai terjadi seperti ini sekarang, pisah, dan bokap gue nikah lagi. Gue nggak pernah mau nanya ke salah satu dari mereka tentang alasan mereka berpisah, karna memang gue gak pernah mau tau. Gue nggak pernah mau tau karna gue nggak mau nanti saat gue berkeluarga dan anak gue ngerasain apa yang gue alamin.

Gue hanya selalu percaya sama Tuhan apa itu rencana-Nya. Karna memang kita semua udah ditulis dalam kertas takdir-Nya untuk hidup di dunia ini. Kita hanya terus menjalankan, membuat keputusan, dan terus bersyukur.

1. Siapa yang tau kita dilahirkan oleh siapa,
2. Siapa yang tau kita mendapat fisik yang sempurna atau tidak,
3. Siapa  yang tau kita mendapatkan keluarga dan lingkungan yang baik atau tidak.

Semua itu udah tertulis di dalam kertas takdir-Nya. Itulah namanya takdir. Apa kita sudah berintrospeksi? Melihat orang yang masih belum beruntung dari kita dan masih ada salah satu point itu yang mereka yang 'tidak baik' dari kita?

Keluarga yang lengkap tapi nggak sempurna itu lebih membuat kita risih. Ciri-cirinya, saat mereka nggak ada dirumah, kita jadi bahagia atau seneng karna rumah sepi. Saat kita lagi berantem sama salah satu anggota keluarga, kita maunya pergi dari rumah/kabur. Saat ngumpul, kita malah pengen menyendiri di kamar.

Gue bukanlah tipe orang yang akrab kalo nggak di ajak ngobrol duluan, karna buat apa kita selalu sok asik duluan kalo masih banyak orang yang suka menilai diri kita nggak berharga. Bukan sekedar berharga aja sih, tapi bukannya memulai obrolan itu nggak susah? Cuma sekedar, "Kamu tadi disekolah gimana?". Simpel, dan gak sulit kan? Justru dengan memulai obrolan itu kita juga bisa menilai bahwa yang mengajak ngobrol itu udah termasuk perhatian sama kita. 


Lengkap belum tentu sempurna. Seperti manusia, nggak ada manusia yang sempurna, tapi hanya bisa menjadi manusia yang berguna. Keluarga yang lengkap adalah sesuatu kelebihan yang diberikan oleh Tuhan, sebagai pembuktian betapa kamu sangat diberi orang yang lebih banyak untuk diperhatikan.

Keluarga sempurna

Pernah gak ngeliat anak di panti asuhan? Pernah nonton atau baca buku tentang anak panti? Percaya tentang cerita itu?

Dari kecil hidup di panti asuhan tanpa ayah dan ibunya, bahkan nggak ada yang tau siapa ayah dan ibunya.  Tanpa diberi kasih sayang seorang ibu, sampai dia dewasa pun nggak pernah tau apa itu kasih sayang seorang ibu.

Mungkin ada yang nggak percaya diantara kita betapa rasanya hidup di panti asuhan. Ada orang yang mengira, hidup di panti asuhan itu enak karna bisa tinggal dengan teman-teman dan bermain, untuk makan yang sudah di sediakan, bahkan jika beruntung, dia bisa di adopsi oleh orang kaya untuk menjadi anak angkatnya.

Tapi sebagian kecil perkiraan itu hanyalah wacana yang dilihat orang dari segi kelebihannya, yang nggak pernah mempunyai kebahagian seperti anak panti yang bisa bermain dan punya teman banyak. Dan apa dengan mempunyai teman banyak bisa kenyang akan perhatian? Perhatian orang tua.

Mereka yang hidup di panti itu nggak bisa di katakan nggak enak, apalagi enak. Dari kecil hidup harus mandiri, menemukan jati diri harus mencari sendiri, mendapatkan perhatian orang tua? mustahil.

Gue yang mempunyai keluarga yang lengkap kadang iri dengan anak panti. Loh kok? Yap, gue nggak punya teman berbicara dirumah, teman curhat, berbagi, dan saling perhatian. Mereka yang pernah gue liat langsung adalah yang bisa tersenyum di keramaian, walaupun hati mereka yang selalu kesepian dan haus perhatian. Orang tua.

Tapi kenapa mereka gue anggap yang tinggal di panti itu keluarga sempurna? Karna mereka bisa ceria di luar dan di dalam rumah, mereka tetap bisa semangat menjalani hidup tanpa memikirkan latar belakang dan orang tua mereka itu siapa. Mereka yang menjadi kan gue lemah karna dengan keadaan keluarga geu yang lengkap saja gue bisa selalu ngeluh, apalagi 'kelengkapan' gue ini nanti di ambil oleh Tuhan? Mungkin gue jauh lebih payah lagi dari anak-anak panti.

Gue nggak memungkinkan punya keinginan untuk tinggal satu atap dengan keluarga kandung gue. Tapi gue cuma pengen sedikit membuat mereka ''melihat'' gue, dan sedikit kata, "Gimana hari ini?"

Bagi gue itu udah cukup.

Impian anak itu simpel, bisa duduk satu meja makan dengan keluarga yang lengkap dan banyak berbincang tentang kegiatan seharian. 

Mungkin segitu aja yang bisa gue tulis sekarang, karna gue cuma ingin mencurahkan isi hati ini sedikit, karna nggak ada orang yang mau memberikan telinganya kecuali yang membaca ini. Terimakasih udah mengerti dan memahami apa yang telah di bahas. Hidup tetap terus berjalan, nggak ada gunanya menunggu keajaiban. Tetap berusaha, Tuhan akan berikan kita yang terbaik salam kita selalu berbuat baik :) 

{ 5 Komentar... read them below or Comment }

  1. "Keluarga yang lengkap belum tentu sempurna."
    Sebaliknya keluarga yang sempurna belum tentu lengkap juga.
    Kamu kan udah gede, berhak kok tau alasan orangtuamu, kalau emang bener bener kepo.

    Nggak ada sesuatu yg bener bener sempurna di dunia ini, yg ada hanyalah bagaimana kita bisa survive dan menikmati ketidaksempurnaan itu :)
    *quote-entah-darimana-pokoknya-pernah-denger*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Quote yg bagus. Thanks buat sarannya :)

      Hapus
  2. Gue udh baca semua dari atas sampai bawah bro. Gue emang suka dengerin orang cerita atau baca cerita orang,karna dari situ kadang kita dapat inspirasi,dapat pelajaran hidup yang bermanfaat,bertukar pikiran...itu sangat menyenangkan. Tapi kadang memang benar,hidup memang tak seperti apa yang kita inginkan.
    Kalau gue berfikir,memang kita sendiri yang harus sadar,harus bisa lebih dewasa, bijaksana, dan terus bersabar apapun yang kita hadaapi.harus fokus apa tujuan kita..Kalau kita fokus dan percaya sama Tuhan.. Kita pasti berhasil mencapai tujuan itu dengan sempurna atas kehendak Tuhan.
    Tak perlu kita memikirkan orang lain,hanya saja kita harus baik sama orang lain tanpa harus meminta balasan sama orang lain itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih udah mau-maunya baca :)

      Hapus
  3. Gue udh baca semua dari atas sampai bawah bro. Gue emang suka dengerin orang cerita atau baca cerita orang,karna dari situ kadang kita dapat inspirasi,dapat pelajaran hidup yang bermanfaat,bertukar pikiran...itu sangat menyenangkan. Tapi kadang memang benar,hidup memang tak seperti apa yang kita inginkan.
    Kalau gue berfikir,memang kita sendiri yang harus sadar,harus bisa lebih dewasa, bijaksana, dan terus bersabar apapun yang kita hadaapi.harus fokus apa tujuan kita..Kalau kita fokus dan percaya sama Tuhan.. Kita pasti berhasil mencapai tujuan itu dengan sempurna atas kehendak Tuhan.
    Tak perlu kita memikirkan orang lain,hanya saja kita harus baik sama orang lain tanpa harus meminta balasan sama orang lain itu.

    BalasHapus

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -