Posted by : Muhammad Iqbhal Sabtu, 30 Agustus 2014


Endoy dan Maemunah sudah pacaran selama 30 tahun, di usia mereka sekarang menginjak 19 tahun, mereka masih pacaran. Saat gue tanya, nggak ada satu pun rahasia hubungan mereka yang bisa sampe awet itu.

Kadang jaman sekarang masih banyak orang pacaran berakhir di tengah jalan karena salah satu dari pasangannya bosan atau sudah tau sifat asli pasangannya. Ya, jatuh cinta karena penasaran memang kayak gitu, saat kita berkorban waktu, tenaga dan pikiran untuk dapat mendapatkan orang yang di suka, tapi saat rasa penasaran itu sudah terjawab, maka rasa hambar pun menyelinap.

Endoy dan Maemunah ini nggak jauh beda dari pasangan lainnya, sering share foto mereka berdua ke sosial media, jalan, nonton, makan berdua jadi kegiatan rutin yang mereka lakukan seperti gaya-gaya pacaran orang lain. Namun yang gue suka dari mereka adalah selalu share tentang kebahagian ke dunia maya, dan saat ada masalah, mereka selalu memendam dan menyelesaikan masalahnya berdua tanpa update status galau. 

Tapi, saat gue tanya tujuan hubungan mereka itu apa, mereka cuma jawab,

“Kalo memang dia terbaik di mata gue, belum tentu kan terbaik di mata Tuhan? Dan kalo kita udah mendapatkan pasangan yang terbaik, seharusnya di pertahankan bukan? Dan bukan mencari yang sempurna lagi lebih daripada pasangan kita kan? Karena bukan fisiknya yang sempurna, tapi buat kisah kita jadi sempurna.”

Jawaban itu sontak membuat dengkul gue goyang itik. Alasan itulah membuat gue langsung terinspirasi untuk nulis posting ini. Apa aja tuh?

Cekidombrut!

 Melawan  Kebosanan

Setiap pacaran, pasti selalu ada titik dimana kita merasa bosan dengan pasangan. Cobaan dari Tuhan itu menguji kita seberapa besar mempertahankan hasil pengorbanan yang telah didapat. Rasa bersyukur adalah kunci melewati cobaan ini, dengan sering kita merasa bersyukur maka Tuhan akan memberikan sesuatu yang lebih lagi kepada kita, Entah itu kebahagian dengan pasangan atau memberikan yang terbaik untuk hubungan.
Endoy dan Maemunah sering berdua, dan pasti mereka pernah merasa bosan dengan kebersamaan mereka, tapi kenapa hubungan mereka masih berjalan? Saat gue tanya itu Endoy menjawab santai.

“Cara melawan bosan mah gampang, ajak pacar kita ke tempat baru, buat dia bahagia dan terus jatuh cinta kepada kita. Ya, membuat banyak orang jatuh cinta itu biasa, tapi membuat jatuh cinta kepada orang yang sama itu baru luar biasa.”

Setelah jawaban itu, Endoy mengacungkan telunjuknya dan berkata,

“Itu~”

Ya, seketika dia seperti motivator yang sering mengucapkan ‘Sahabat Super’ bagi orang yang menontonnya.

Saling Melengkapi

Saling melengkapi disini bukan maksudnya yang selalu ada, yang setiap hari selalu ada disampingnya menemani dan berbagi.. Bukan. Saling melengkapi disini adalah mereka yang memberikan suport kepada pasangannya saat dia sedang ada ‘dibawah’ dan memberikan pengertian selama dia terpuruk, bukan yang meninggalkan.

Banyak pasangan sekarang yang pacaran selalu di tinggalkan karena pasangannya tidak memberinya nafkah, emangnya udah nikah? Emang sih membiayai dan melengkapi itu tanggung jawab cowok, tapi apa selamanya berlaku sebelum mereka berumah tangga?

“Kadang, saat gue lagi nggak ada duit, dan pacar gue ngebet banget pengen jalan, kalo nggak diturutin dia ngancem bakal gantung diri di pohon toge, gue selalu merasa nggak cocok sama dia karena dari kadar tampang gue kayak pantat penggorengan sedangkan dia kayak bidadari yang jatuh dari surga. Tapi setelah gue berani jujur ke dia selama nggak punya duit, dia malah mengerti dan tetap mengajak gue jalan, pake duit dia. Nggak selamanya kayak gitu, dengan punya alesan kayak gitu bukan gue jadi semena-mena sama dia, tapi justru membuat gue berusaha supaya lebih bisa mencukupi kebutuhan hubungan, bukan diri sendiri.”

Tiba-tiba Endoy curcol panjang saat kita boker di satu jamban.

Ya dengan penjelasan Endoy itu, membuat gue mengerti. Cewek yang mau melengkapi itu realistis bahkan luar biasa demi memenuhi kebutuhan berpasangan, dan matre itu adalah yang menuntut untuk melengkapi kebutuhannya sendiri.

Sering Memberi Kejutan

Supaya gak bosen pacaran, Endoy sering memberikan kejutan kepada Maemunah, kadang dia suka memberikan kado yang isinya ular kobra, memberi bom molotov di depan rumahnya, dan lain-lain. Dengan rutin seperti itu, pasti pasangan akan merasa spesial dan rasa jenuh kepada hubungan menjadi memudar.

“Cewek kadang gitu, suka kejutan, tandanya dia suka cowok romantis. Kalau memberikan kejutan aja malas, apa yang sebenarnya perasaan kita kepada pacar? Mencintai karena terpaksa atau memiliki hanyak untuk sebuah status.”
Endoy memberikan penjelasan sekaligus pertanyaan itu ke gue. Gue cuma bisa mematung dan memainkan tai ayam dengan kayu yang ada di hadapan gue. Kalian aja deh yang jawab di comment box ya!

Tak Pernah Membahas Masa Lalu

Nah, masa lalu atau bahasa kerennya mantan, merupakan 90,9909953093% menjadi penyebab berantem dengan pacar. Secara nggak sadar, mantan itu otomatis menjadi saingan pacar kita. IMHO, pacar yang cemburu sama mantan itu sebenernya dia minder. Biarin aja terus minder, toh merendah bukan sifat yang baik kan, kalo terus dibiarin kayak gitu pasti nanti gampang menyerah.
“Kalo lo udah berkomitmen sama dia, yang baru. Ya, nggak usah ungkit-ungkit lagi masa lalu.” Ucap Endoy yang sedang jongkok diikuti suara, “PLUNG!” yang entah dari mana.

Menyelesaikan Masalah dengan Dewasa

Kalo udah barantem, tandanya mereka sedang mengeluarkan egonya masing-masing. Nggak ada yang mau ngalah ya pasti jadinya makin parah. Kalau kita merasa mengalah terus bisa sih membuat masalah menjadi reda, tapi harga diri kemana?

Kalau memang kita memang salah, ya tinggal minta maaf, kalau dia nggak maafin? Ya usaha dan berkorban supaya dia maafin. Dan kalo kita nggak ngerasa salah, tapi harus ngaku kita yang salah, itu perbuatan bodoh, mengalah demi hubungan baik tapi berbohong itu akan membuat diri kita akan terbawa menjadi tidak baik.

Gue inget kata kucing gue,

Salah pilih pasangan, bakal salah juga cara hidupnya.

Nah pinter-pinterlah milih pasangan kalau seandainya kita mau punya hubungan yang hebat. Orang yang selalu drama dengan mengeluarkan sifat kekanak-kanakan itu wajar, tapi bakal lebih indah di selesaikan dengan secara dewasa, bukan berarti mengalah, tapi berintrospeksi diri lagi dalam menyelesaikan masalah.

Kesimpulan:

Hubungan langgeng itu bukan takdir, tapi seberapa besar usaha kita ‘membesarkan’ hubungan itu. Caranya dengan memberi ‘makan’, seperti poin-poin di atas. Bersyukur juga jadi poin penting hubungan menjadi langgeng, siapa tau Tuhan ngasih ridho-Nya kepada hubungan kita. Aamiin.

Btw, gue kan nulis ini buat para Tuna-Asmara yang malem minggu ini pada nggak kemana-mana yak, kok malah bahas pasangan? Duh, jadi mula.

Yaudahlah gapapa, siapa tau berguna kalo udah punya pacar nanti ya, mblo. Jodoh kan siapa yang tahu, selain yang di atas. So, sedia payung sebelum hujan lebih baik kan, daripada terlanjur pasrah kebasahan.

Selamat bermalam minggu! :p

{ 6 Komentar... read them below or Comment }

  1. Haduuh diriku jombloo. Gmn dong? Gak bisa dong nerapin nih tips. Pdhal keren gilak gitu deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat jadi bekal nanti kalo udah gak jomblo, dek :))

      Hapus
  2. Ini lagi merasakan atau gimana? Dari hati banget kayaknya. Salam kenal, ya. Gue Putri. Btw, baru pertama kali mampir ke sini. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa aja kamu de, dari hatinya Endoy kok :')

      Hapus

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -