Posted by : Muhammad Iqbhal Sabtu, 18 Oktober 2014


Pindah hati tatkala seperti pindah rumah
Memindahkan barang, kebiasaan, dan kenangan di dalamnya
Kadang ada yang harus disyukuri sebelumnya, karna dengan itu tak ada
Setitik yang kita punya tertinggal.

Jika hati harus pindah, tak akan lagi sesuatu yang bisa kita lihat atau rasakan, kecuali di dalam pikiran. 
Menumbuhkan tak secepat menghilangkan.
Waktu dan pikiranlah yang menjadi dambaanuntuk menjadi indah.

Kadang tak seperti orang bilang, mencintai tak haruslah memiliki.
Tapi mencintai cukup dirasakan tanpa harus menerima balasan.
Cinta bukan sekedar “aku mencintaimu.”

Kita selalu takut akan perubahan terjadi saat sedang nyaman
Namun, apa hidup ini selalu nyaman?
Bukankah setiap kenyamanan ada saat kebosanan.
Cinta itu hadir untuk melengkapi
Membuat perubahan menjadi indah dengan yang baru
Kadang, jatuh cinta lagi itu lebih indah daripada terus berharap

Sayang, ijinkan aku sebentar saja melupakanmu
Supaya aku bisa benar-benar tidak bisa hidup tanpamu
Dan aku juga bisa melihat apa kamu tetap terus mencariku
Cinta itu datang secara tiba-tiba dan tidak kemana-mana
Selagi kita tidak kemana-mana, maka itu semua akan sia-sia.

Sebut saja kepergianku ini sementara, supaya kita saling bisa memperbaiki diri masing-masing
Tolong jangan ingatkan aku untuk kedua kalinya
Karna jika saat kamu memilih yang lain dan aku ingin yang lain,
Maka mulai saat ini
Lepaskanlah.

Cinta itu mengikhlaskan.
Ikhlas untuk berpindah.
Meninggalkan, ataupun kehilangan.
Cukup rasa ini saja untuk diteruskan.
Berpindah hanya untuk kebiasaan
demi kenyamanan, kebaikan, dan kebahagiaan. Kita.

Kadang seseorang yang membuat kita ceria bisa digantikan oleh dia yang bisa sabar menemani dan mendengarkan kita. Yang mau berbagi kasih, canda, tawa, maupun sedih.
Kadang juga ada saatnya ingin melihatnya kembali,
Tapi ada atau tidaknya bukan sebuah rasa yang terselip saat untuk meninggalkan seseorang dihadapanmu sekarang.

Cinta kadang menuntut kita untuk memilih, melupakan atau mengikhlaskan.
Kadang ada saatnya mencari pilihan Tuhan bukan ada saatnya mencari pilihan Tuhan bukan tentang hati yang menilai, tapi saat Tuhan menitipkannya saat semua di mulai dari nol.

Leave a Reply

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -