Posted by : Muhammad Iqbhal Kamis, 23 Oktober 2014

#TruthOrDare – Ketika Cinta Harus Diuji Dengan Sebuah Permainan Konyol
By Rons Imawan, dkk @WOWKonyol
[Review Book]
2013


Truth or Dare
Penyunting: Starin Sani & Dila Maretihaqsari
Perancang sampul: Fahmi Ilmansyah
Ilustrasi isi: Rian Sunandri
Pemeriksaan aksara: Intari Dyah P. Septi Ws.
Penata aksara: refresh.atelier & Nur Afandi
Penerbit: Penerbit Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)

Truth or Dare merupakan buku ketiga dari Rons Imawan, namun di buku ketiga ini beda dari buku pertama dan kedua(Wow Konyol dan The Fabulous Udin). Di buku ini berisi 15 buah cerpen, dan 3 bab cerpen buatan dari Rons Imawan sendiri. Di dalam kata pengantar kita bisa melihat penjelasan Rons Imawan sendiri dalam membuat dan latar belakang buku ini dibuat, yaitu dengan membuat sayembara menulis cerita pendek yang dia layangkan di media sosial.

Semua cerpen di dalam buku ini bertema sama, Truth or Dare, sebuah permainan dimana dilakukan oleh lebih dari satu orang. Cara bermainnya adalah dengan berkumpul membentuk lingkaran di sebuah meja atau lantai dan sebagai alat untuk memilih siapa yang akan diberi tantangan adalah dengan memutar sebuah botol, pulpen, dan sejenisnya. Jika ‘kepala’ dari sebuah botol itu menunjuk seseorang, maka orang itu harus patuh dan siap memilih lalu melakukan tantangan yang dibuat teman-temannya dari hasil berunding.

Ada 15 cerita ditambah 1 cerpen bersambung buatan Rons Imawan. Pembaca akan dibuat penasaran akan jalan cerita serta penyelesaian tokoh-tokoh yang terpilih untuk melakukan tantangan jujur atau berani ini.

Anomali Hitam by Syamira Ayuningtyas

“The Killer is always the silent one.”

Botol Soda by Kwartika Ade Arimbi

“Hidup itu seperti permainan Truth or Dare, berputar layak botol soda, nggak ada menang dan kalah. Kita cuma harus memilih untuk jujur, jujur sama diri sendiri dan orang lain, biarpun kalau jujur mungkin kita akan di ejek dan diolok-olok. Tapi, kadang kita juga harus tahu kapan saat berani mengambil mengambil tantangan, sesulit apapun itu. Kalaupun gagal menjalaninya, asalkan kita tidak menyerah atau keluar dari permainan, pasti masih banyak tantangan lain yang bisa kita taklukan.”

Kejujuran Sebuah Luka by Muhammad arif Rizaldy

Di cerpen ini kita di ajarkan untuk di seenaknya berbuat sesuatu, memaksa dan menuntut ego sendiri yang sangat merugikan orang lain. Karena, tidak ada orang yang lebih kejam dari orang sabar yang kesal.

Another Truth by Asri Cahyani

Apapun yang terjadi janganlah berbuat curang, dengan alasan apapun. Karena itu semua bisa membuat jatuh ke lubang yang sama.

Tersimpan by Herika Angie

Selama kita menyampaikan apa yang kita simpan, baik itu perasaan. Kita tidak akan kehilangan sesuatu itu.

Misteri Peri Bintang by Nurul Fikrah

Jangan pernah mencintai seseorang dengan cara kekonyolan, karena mencintai juga harus memakai logika yang bisa membuat kita bisa tetap menikmati rasa indah itu. Walaupun tanpa bisa memiliki.

The Bottle of Truth by Anggi Siregar

“Truth is the truth, I dare you to know the truth.”

Lentera Padam (Bagian Satu) by Onyol

Aleksitimia dan sebuah permainan truth or dare bagian pertama.

Gara-Gara TOD by Achyar Anshory

Banyak cara dan kesempatan untuk mengungkapkan perasaan.

Permainan Kinal by Sri Windari

Keberanian dan kejujuran selalu memberikan hal yang terbaik.

Rahasia Tanpa Teman by Sri Normuliati

Kejadian masa lalu, bukan hanya sebuah pengalaman. Tapi juga sebuah perbaikan.

Master of Heart Breaker by Fitria Wardani

Karma itu sampai kapan pun tetap berlaku.

Lentera Padam (Bagian Dua) by Onyol

Aleksitimia dan sebuah permainan truth or dare bagian pertama.

Pengakuan Ratu Usil by Siska Barendha

Setiap dibalik sebuah sifat dan perlakuan seseorang, disitu ada alasan.

End the Truth or Dare by Satya Karamsuma

Ketika sebuah permainan bisa menjadi sebuah tantangan bahkan nyawa sebagai taruhannya. Merencanakan sesuatu.

Dare to Love by Aries Mawarni Putri

Berani untuk cinta. Cinta untuk keberanian.

Sang Kurir by Jaqueleto

“Kebenaran kadang pahit, Bung!”

Lentera Padam (Bagian Tiga) by Onyol

Aleksitimia dan sebuah permainan truth or dare bagian ketiga.

Ketika syndrom biadab yang tidak bisa menyampaikan sebuah emosi dan perasaan itu harus berhadapan dengan cinta. “Bagaimana bisa? Aku memberimu perhatian bertopeng atas nama cinta; tanpa nama, tanpa identitas. “


{ 2 Komentar... read them below or Comment }

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -