Posted by : Muhammad Iqbhal Senin, 20 Oktober 2014

http://gesco03.blogspot.com/

Gak masuk logika kalau kita pikirin, kebiasaan memang sulit dihapuskan dari pikiran. Ya, mungkin ungkapan itu bisa mewakili sebagian dari masyarakat Indonesia yang masih melakukan kebiasaannya yang aneh dan tidak masuk akal jika kita pikirkan secara logika dan ilmu pengetahuan.


Dimulai dari kebiasaan kecil makan, mandi, dan buang air. Kita masih melakukan kebiasaan dari orang tua dahulu. Bukan salah kita untuk terus melanjutkannya atau tidak, tapi jika itu kebiasaan baik dan tidak merugikan diri sendiri, kenapa tidak?


Sekarang gue akan posting tentang kebiasaan atau hal yang dilakuin sebagian masyarakat indonesia, entah itu yang absurd atau aneh, sampai yang memang kita tidak bisa lepas dari hal itu. Cekidot!

Makan pakai tangan, buang air sambil jongkok, dan cebok pakai air.



Bukan  kebiasaan aneh lagi 3 hal di atas masih melekat di kebiasaan masyarakat Indonesia ini. Makan pakai tangan memang bukan hal aneh lagi, karna kebiasaan itu udah ada sejak dulu. Orang yang belum mengenal sendok atau mempunyai sendok jadi mereka menggunakan tangannya untuk mengganti sendok. Resiko makan pakai tangan cuma bisa bikin sakit perut kalo tangannya abis ngobok-ngobok air jamban dan gak cuci tangan dulu.

Buang air sambil jongkok, mungkin kebiasaan turunan dari orang tua dulu yang buang air di sungai, jadi jongkok. WC duduk yang udah menjamur di setiap toilet itu merupakan budaya barat yang dibawa kebiasaannya ke Indonesia. Atau orang Indonesia yang tinggal di luar negeri cukup lama dengan menggunakan WC duduk disana jadi saat pulang ke Indonesia yang masih menggunakan WC duduk membuat dia gak terbiasa. Tapi, biarin aja lah, asal bukan WC tengkurep.


Cebok pakai air menurut gue lebih bersih karena bisa menjangkau semua permukaan pantat dan gak buat lecet. Gue udah pernah nyoba cebok pakai tisu dan gue gak sadar sehabis cebok gue ngelap keringet di jidat karena gue abis sekuat tenaga mengeluarkan ‘sesuatu’ itu. Oke, itu menjijikkan.


Percaya Hal Mistis Dari Benda



Lagi jalan pulang kerumah nemu batu bentuknya trapesium terus dibawa kerumah dan disembah, entah kenapa dipercaya punya kekuatan hebat bisa menyembuhkan dan membuat jadi ganteng. Secara logika itu mustahil, secara digunakannya dengan mencelupkannya ke dalam air putih dan diminum dan percaya akan mengabulkan semua permohonannya itu gak masuk di akal. Oke lah ada yang terkabul, tapi apa semua berkat itu benda? Buat gue itu cuma sugesti, dan yang membuat terkabul adalah usaha dan ketekunan dia untuk mencapai hal yang dia inginkan. Jadi yang bekerja itu sugesti, pikiran kita yang positif, percaya diri, dan semangat yang menjadikan itu modal kita untuk mencapai kesuksesan.


Nemu hewan berjenis ikan dan berkepala lele langsung di anggap itu hewan sakti, atau jelma’an. Meh. Siapa tau itu cuma ikan yang kawin sama lele, jadi deh kek begitu. Lagian juga orang yang mudah terjebak pada hal yang tidak masuk akal itu adalah orang yang berilmu sedikit, coba jika kita berpendidikan tinggi dan berpikiran logika, pasti hal tersebut bakal disaring dulu sama otak.

Hal praktis yang beresiko


Efek globalisasi membuat produk luar negeri bisa mudah masuk ke Indonesia yang semua intinya berhubungan dengan teknologi bisa membuat masyarakat tergiur untuk memilikinya dan meninggalkan kebiasaan lama mereka.

Contoh: Permainan anak-anak, dulu anak-anak main dengan permainan tradisional yang membuat mereka secara tidak langsung membuat sehat jasmani dan rohani yaitu seperti berlari-lari dan bersosialisasi. Beda dengan sekarang yang hanya bermain dirumah saja, diam, dan sendiri tidak kemungkinan membuat mental dan fisiknya di masa depan menurun. Lalu apa bisa kita mengulangnya lagi kayak dulu? Bisa, dimulai dari diri kita sendiri yang melakukan, ajak orang lain, dan tetap mempertahankan. Itu aja, udah cukup. 
 

Tujuan sekolah dan kantor dekat harus memakai kendaraan bermotor, hal itu bukan lagi aneh bagi masyarakat modern sekarang yang hanya ingin praktis dalam segala hal. Coba pikirin lagi deh udah apa aja yang terjadi kalo kita melakukan hal itu? Buang-buang bensin, menambah beban negara akibat itu, membuat orang lain lebih repot yang benar-benar sangat membutuhkannya, macet, polusi udara dan iklim masa depan yang mengancam. 


Bukan cuma itu, orang yang mau beli mie ayam cuma depan komplek cuma sejauh 50 meter aja harus naik motor, dari kamar tidur ke toilet naik motor, coba kalau dibiasain kayak gitu sampai tua, mungkin nanti umur belum tua udah harus jalan dibantu pakai tongkat atau kursi roda karena kakinya jarang digunain.


Alay

sumber: sidomi.com
sumber: kancut-beringas.blogspot.com

Memang itu yang kayak di atas harus segera dihapuskan dan tidak sesuai Undang-Undang pencemaran mata.


Oke karena point terakhir bisa bikin gue gak mood lanjutin posting ini lagi, gue mau pamitan dulu. Sebenernya masih banyak lagi hal selain yang di atas, kalau kalian mau nambahin, di comment box ya! Thank you. 


Dadah :)

{ 6 Komentar... read them below or Comment }

  1. Namanya juga orang Indonesia bang hahahaa

    Kunjungan pertama dari tandapetik.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang timur mah jangan aneh deh :)) Thank you udah berkunjung.

      Hapus
  2. Wkwkw begitulah indonesia dan segala keunikannya, gak ada di negara lain deh yaa

    BalasHapus

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -