Posted by : Muhammad Iqbhal Sabtu, 01 November 2014




Kemarin gue abis ngumpul sama temen-temen gue di Circle K di daerah Bogor. Kita biasa ngumpul disitu emang udah biasa dari jaman masih sekolah. Awalnya gue dan temen-temen gue biasa ngumpul di foodcourt mall, tapi sehubung harga-harga makan-makanannya yang mahal dan parkir ditentuin jam, akhirnya kita memutuskan untuk mencari tempat tongkrongan lain.

Nah di CK ini adalah tempat yang pas buat kita nongkrong bareng, dimulai bisa mesen makanan ringan yang murah, bayar parkir seikhlasnya, sampai ada colokan. Ya, colokan gunanya adalah buat ngecas bukan buat dipacarin. Diantara gue dan 2 temen gue ini cuma gue yang nggak punya pacar. Dampaknya selama kita ngumpul dan ngobrol, gue selalu dicuekin sama 2 temen gue lainnya.

Mereka biasanya baru bisa ngomong dan nyambung ke topik pembicaraan saat mereka nunggu balesan chat dari pacarnya.

“Eh, Ndoy.. Kemarin gue ketemu si Yongki di jalan, dia sekarang masih punya idung loh.” Ucap gue untuk membuka topik pembicaraan.

“.....” Endoy terdiam sibuk dengan hapenya.

“Oh iya Jang, Nenek lo udah gak perawan ya?” lanjut gue dengan mencoba bertanya ke temen gue satunya lagi.

Dan Ujang hanya senyum sambil menatap layar hapenya. Shit.

Karena gue adalah temen yang pengertian, jadi selama mereka sibuk dengan hapenya masing-masing, maka gue sibukin diri sendiri juga dengan mainin tai kucing yang ada dibawah lantai.

Jaman sekarang emang aneh, teman didunia nyata bakal dicuekin demi teman dunia mayanya. Dengan kejadian seperti di atas, akhirnya gue dan temen-temen gue itu buat sebuah permainan selama kita nongkrong, permainannya kayak gini:



Dan ternyata pada kenyataanya tentu gue yang selalu menang. Biarin mereka sibuk sama hapenya masing-masing, asal selalu diteraktir makan setiap nongkrong. Muehehehe!

Mungkin itu adalah contoh beberapa kebiasaan yang merubah pola pikir manusia jaman sekarang. Yang seharusnya menjadi hal pelengkap, kini menjadi kebutuhan. Dan kini kebutuhan primer bertambah banyak karena di amandemen oleh globalisasi. Diantaranya:

Makanan

Ya, ini merupakan kebutuhan nomer utama yang harus dilengkapi oleh manusia. Manusia hidup untuk makan, makan untuk hidup. Mungkin cuma manusia serigala doang yang nggak makan tapi masih hidup.

Air

Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Jadi manusia bakal cepet mati tanpa minum air daripada makan. Jadi air jadi kebutuhan primer yang harus manusia penuhi.

Duit

Menurut gue duit adalah benda ajaib, bisa mempengaruhi psikologi. Kenapa nggak? Coba kenapa orang bisa gampang bete, unmood, kesel, marah, pusing, jomblo, dan lain-lain kalau nggak ada duit? Nah, sampai sekarang itu menjadi misteri abadi. Itu semua menjadi faktor kenapa duit jadi kebutuhan primer sekarang setelah makan dan minun.

Tapi Endoy bilang, duit itu bisa buat beli segalanya. Emang orang jaman dulu gak mengenal duit, tapi jaman sekarang duit udah jadi syarat segala macam apapun. Bahkan untuk beli pacar.

Hape

Nah, jaman sekarang hampir semua manusia di bumi ini punya hape untuk saling berkomunikasi. Dimulai dari anak kecil, mereka semua udah punya hape bahkan canggih dan mahal, mereka juga jago dalam mengoperasikan hape daripada orang dewasa. Mungkin generasi jaman sekarang bisa dikatakan juga sebagai “Generasi Menunduk” karena sebagian orang lebih sering menunduk melihat hape.

Pulsa

Pulsa bisa disebut juga duit elektronik, gunanya buat menukar jasa sms, telfon, dan lain-lain. Efeknya juga sama kayak duit, kalau nggak punya pulsa, pasti gampang kesel, marah, bete, dan tentunya jomblo. Cuma jomblo yang nggak bete walaupun nggak punya pulsa #Curhat

Internet

Udah punya belum tentu cukup. Ya, sekarang jaman internet, orang lebih sering berkomunikasi lewat sosial media internet. Jadi kalau punya pulsa tapi nggak punya paket internet. Dijamin seharian gabut :p

Colokan/Power Bank

Nah karena udah overdosis hape, akhirnya manusia lupa waktu sampai nggak kerasa mainin hapenya sampai baterainya udah abis. Tapi, mereka juga bakal bete kalau udah habis, dan memutar otak biar terus bisa main hape walaupun baterainya habis, akhirnya tetep main hape sambil di cas dan diciptakanlah sebuah alat mutakhir, Power bank.

Pacar

Duh, sebagian orang udah hampir terjangkit virus ini nih. Walaupun norak, tapi nyata. Gak bisa hidup tanpa pacar.. HELLO! Emang pacar lo itu jantung lo? “Hati aku bang.” Tiba-tiba ada suara entah dari mana.

Hey, cinta boleh cinta tapi cinta pada diri sendiri itu kebutuhan yang utama, jadikan pacar atau pasanganmu itu kebutuhan sekunder atau pelengkap aja.

Dampaknya buat kalian bakal terasa besar setelah ditinggalkan. Nyakitin diri sendiri, galau berkepanjangan, bahkan bunuh diri. Meh. Udah berpikir realistis aja, apa yang menjadi milik sendiri gak usah untuk di-lebay-kan. Lakuin dan tentuin pilihan dengan bijak, Karena nggak ada satupun di dunia ini yang abadi.

Oke, segitu dulu postingan gue malam ini. Semua hal-hal di atas udah gue survei dalam kehidupan pribadi dan lampu merah terdekat.

Jadi, intinya ketergantungan masih kita bisa hilangkan selama kita bisa melihat ke ‘bawah’ masih banyak juga orang yang nggak seberuntung kita disana, dan jangan sampai lo menyesal telah kehilangan sesuatu karena perubahan pola hidup yang negatif.

Bijaklah memilih dan melakukan sesuatu, sebelum pada akhirnya menyesal setelah semua dimakan oleh waktu.

{ 2 Komentar... read them below or Comment }

  1. "Bijaklah memilih dan melakukan sesuatu, sebelum pada akhirnya menyesal setelah semua dimakan oleh waktu."

    BalasHapus

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -