Posted by : Muhammad Iqbhal Sabtu, 15 November 2014



“Walaupun seorang Justin Bieber naksir berat sama aku, aku nggak akan ngkhianatin kamu.” Terdengar suara dua orang muda-mudi di samping gue yang sedang duduk di angkot yang gue tumpangi jurusan harapan-kenyataan. Gue yakin mereka sepasang kekasih, karena gue lihat mereka sangat mesra, yang bisa dilihat dari pembicaraan masa depan, saling gandengan tangan, bahkan ngupilin masing-masing. Iyuh~

Entah kenapa nggak ada angin ataupun gebetan, tiba-tiba gue ngidam baygon. Mungkin sebagian dari kita buat menunjukkan kepercayaan kepada seseorang itu sulit, makanya mereka menggunakan trik gombalan agar si pasangan bisa percaya sekaligus diajak melayang karena  rayuan maut si dia.


Jaman sekarang, racun bukan lagi soal makanan atau minuman. Tapi omongan. Kebanyakan cowok yang jadi pelaku. Nggak sedikit juga korbannya adalah cewek, mereka tau kelemahan cewek itu dimana. Yap, selain di hatinya, cewek juga punya kelemahan di telinga. Jadi, setiap perkataan, rayuan, bujukan orang lain dengan mudah mereka bisa percaya.
Beda sama cowok, kelemahan mereka itu di mata. Lemah saat melihat cantiknya wanita. Jangan bilang cewek itu nggak bisa meracuni juga. Semua tergantung dari niatnya. Bukan soal dengan alasan niat baik tapi dengan cara berbohong atau berkhianat. Karena nggak ada kebohongan itu baik.
Kalo ngomongin setia emang gampang, burung Beo juga kalo diajarin ngomong “aku setia sama kamu” juga bisa, apalagi manusia. Saat dia memang setia mungkin ada beberapa hal yang dia anut.

1. Keturunan

Keturunan emang bukan lagi alasan yang pasaran bagi seseorang. Entah karena dia ganteng, pinter, baik, bahkan setia juga bisa jadi faktor keturunan. Karna emang didasari latar belakang, kebiasaan, dan lingkungan. Kita bisa liat dari keluarga dia yang emang terlihat akrab dan setia, otomatis mereka mengajarkannya kepada anak mereka atau saudara-saudaranya.
Orang tua yang baik untuk anak yang baik. Kesetiaan juga perlu contoh, dan setia itu bukan pilihan. Saat kita bisa melihat entah itu kebaikan atau keburukan, sedewasa apa pun seseorang dia pasti tau akibatnya. Tapi, manusia juga perlu seperti buku, guru, atau contoh agar mereka bisa terbiasa akan hal itu.

2. Kebiasaan

Entah darimana asalnya, setia bisa saja dimiliki seseorang karena terbiasa. Bukan kepada orang yang dia sayang. Dimulai dari hal kecil tentang setia sama barang kepunyaannya, hewan peliharaannya, dan mantan-mantan pacarnya.

Jadi, kebiasaan itu lebih sulit dihapuskan daripada perasaan.

3.Takut

Setia karna takut. Udah banyak kok penganutnya. Dia nggak nyaman, tapi dipaksa untuk lanjut. Ada~

Kadang, dibalik rasa takut ada rasa “gue nggak enak sama dia.” Itu sih wajar. Tandanya kita nggak egois. Tapi egois bukan tentang menjalani karena kasian. Tapi egois itu melanjutkan karena paksaan. Men… Cinta itu kan pengorbanan, keseriusan, dan keikhlasan. So, kalo salah satunya nggak ada, tandanya kalian itu bukan setia, tapi bullshit. Mengatasnamakan cinta dibawah kebohongan bakal merasakan kesakitan di atas penderitaan orang.

Karma itu nggak ada. Karma itu ajaran Buddha dan Hindu. Yang ada itu balasan Tuhan, balasan nggak harus sama dengan apa yang kita udah lakukan. Entah itu bisa lebih berat atau ringan karena dibarengi dengan kebaikan dan mengaku salah atau taubat.

4. Setia Itu Abstrak

Setia itu tak kasat mata. Mungkin itu gambaran menurut gue pribadi. Setia kadang bukan soal bukti, bukti setia justru ada didiri kita sendiri. Gimana kita menyikapi orang lain yang berbicara bahwa pacar kita nggak setia, gimana menanggapi ocehan orang lain atas hubungan kita, dan gimana kita bisa setia walaupun sia-sia. Mungkin sebagian orang menganggap setia itu beda tipis dengan tolol.

Tapi itu justru ujian dimana kita itu setia atau nggak. Banyak orang yang bilang pacar kita selingkuh dibelakang, tapi kita harus bisa menyaring itu semua dulu, apa kita setia atau malah membalas perbuatan pacar kita dengan ikut selingkuh. No.

Paham kan maksudnya sampai sini? Tenang aja, biarin orang lain menilai hubungan atau pacar kita itu gak setia, toh kalo itu emang bener, jawaban dan pemberitahuan Tuhan itu jauh lebih benar.

Jangan takut menyesal membantah orang lain dengan presepsi sendiri, setia itu jauh lebih baik walaupun akhirnya buruk. Daripada putus asa untuk setia, tapi pada akhirnya kita malah menjadikan masa lalu itu lebih bahagia.

{ 4 Komentar... read them below or Comment }

  1. Ngomongin soal kesetiaan. Ini sungguh tepat wakutnya dimalam minggu. Setia itu bener banget yang abstrak, soalnya dijelasin juga susah, gak dijelasin tambah susah. Dilihat gk bisa, apalagi dirasa. Yang jelas, kesetiaan itu butuh belajar. Gitu, sih. :)

    Kunjungan pertama dari tulisanwortel.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yos. Mantab. Btw, thank you udah mampir :)

      Hapus
  2. Semoga saya termasuk orang yang setia :D

    BalasHapus

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -