Posted by : Muhammad Iqbhal Rabu, 14 Januari 2015



Udah 4 hari ini gue udah dapet kerjaan baru. Nggak menuntut gengsi buat tipe kerjaan yang gue tekuni sekarang, karna kenyaman akan lebih bisa menutupi kegengsian. Iya, kerjaan gue ini cuma sebagai pembuat kue di salah satu produk asal Bandung yang baru pertama kali buka cabang di Bogor. By the way, kenyaman itu gimana sih? Kalo lingkungan dan orang-orangnya yang bersahabat, pasti kenyaman bakal timbul dengan sendirinya. Sama kayak pacaran aja, selama faktor luar mendukung atau merestui, dan nggak ada yang ditutup-tutupi, pasti hubungannya juga bakal nyaman.

Udah berhari-hari juga gue nggak nulis lagi, sekalinya nulis.. ya ini. Maklum, hari pertama kerja yang seharusnya shift pagi dari jam 6 sampai jam 2 siang, langsung lembur karena dikejar target, padahal baru tester. Iya, baru 2 kotak dititipin di toko kue langsung dituntut buat 150 kotak buat besok dikirim besok ditoko kue itu. Lembur deh~

Tapi nggak sedikit pun sih gue ngeluh. Semua temen kerja gue baik banget. Emang sih penampilan bukan hal yang akan terpancar sifatnya, buktinya mereka mau ngajarin gue dari nol ditambah sabar karena sifat kelemotan gue. Alhasil, udah 4 hari, 70% gue udah bisa semua. Alhamdu.... lillah.

Gue nulis ini bukan buat kontes menulis tentang aktivitas gue, tuntutan posting bulanan, request pembaca gue, atau bahkan caper. Bukan. Gue nulis karena gue pengen nulis. Iya, penulis bukan cuma menulis karena tuntutan pembaca, tapi nulis buat dirinya sendiri. Gue nggak mau kehilangan kebiasaan nulis, dan bisa bernostalgia dengan tulisan. Jujur, sekalinya gue nulis lagi pasti ada yang beda dari sebelumnya, coba aja cek posting sebelum ini. Jauh.... kayak LDR-an beda galaksi.

Ngomong-ngomong, di tahun baru ini hidup dan kebiasaan kalian gimana nih? Tetep sama aja, atau lebih bahagia? Gak munafik sih, gue lebih bahagia, bahagia karena kebiasaan baru. Walaupun, kadang gue bangun pagi suka nggak mood, tapi bisa keluar rumah, kerja, dan nggak kerasa waktu berlalu, so, damn! I’m happy.

Gue udah mengira pasti kedepannya gue bakal lebih dituntut lebih berat dan keras lagi, atau mungkin suatu saat gue baca tulisan ini lagi, gue punya tanggung jawab yang lebih berat. Pasti masalah datang entah kapan itu. Dan semua tergantung dari kita antisipasi, dan buat pilihan ketiga. Maksudnya, suatu saat gue punya masalah di kerjaan gue, di pecat, dan gue harus siap itu. Karena hal yang nggak terduga itu lebih bisa menghancurkan kita sekejap. Kedewasaan kuncinya,

Menerima

Sebagian orang kadang masih sulit buat menerima, kenapa? Karena mereka terlalu berharap. Cintai secukupnya, bangga seadanya, dan selalu bersiap menerima semuanya. Walau nggak sesuai yang diharapkan.


Karena harapan itu seperti cahaya. Menerangi, tapi nggak bisa kita sentuh atau raih.


Ikhlas

Ikhlas itu menghilangkan kebencian dari kesalahan orang lain atau diri sendiri. Kadang kita menyesal, kenapa kita terjebak, kenapa kita telalu bodoh untuk tetap bertahan, dan kenapa kita nggak dari dulu nggak seperti ini aja. Menyesal itu tanda nggak ikhlas, makanya ikhlas hanya dimiliki orang dewasa.

Berbenah

Kadang untuk berbenah butuh waktu. Butuh waktu dengan menyendiri, bersantai, berlibur, atau dengan kesibukan baru. Setiap orang perlu berbenah karena menghilangkan kebiasaan dan harapan itu jauh lebih sullit dari pada menghilangkan perasaan.

Nggak usah takut dibilang lembek, lebay, atau payah sama orang lain. Karena memang mereka hanya meyaksikan, bukan memerani sebagai kita.


Berbenahlah sampai bisa melupakan, sehingga kenangan bukan jadi penyesalan yang mendalam di masa depan.


Move on

“Move on itu tentang mengikhlaskan bukan melupakan.” Ucap seorang penulis favorit gue.

Memang, move on itu kita harus bisa mengikhlaskan segala sesuatu yang kita punya kepada yang lebih membutuhkan. Jangan pernah mengira nggak pernah ada pengganti, Tuhan Maha Kaya, Dia bisa mengganti, walalupun berbeda, tapi itu yang memang terbaik buat kita.

Semakin khusyuk kita move on, adalah kita nggak pernah ada sedikit pun menyesal, tandanya kita masih bisa tersenyum manis jika berpapasan dengan masa lalu. Sekali lagi, itu hanya orang dewasa.

Bersyukur

Selagi kita hidup, nggak ada yang terbawah dan teratas. Yang teratas hanya satu, Tuhan. Dan yang terbawah hanya orang yang nggak pernah bersyukur. Coba liat deh, semakin kita bersyukur pasti kita akan semakin tinggi(derajatnya).

Semakin bersyukur, semakin diberi. Semakin kita memberi, semakin kita tercukupi. Orang dewasa selalu bisa ngelakuinnya.  Selagi tercukupi dia bersyukur, bahkan walau berada di bawah dia masih tetap bersyukur.

Bersyukurlah selagi masih bisa bernafas. Selagi kita menginginkan sesuatu, kita harus bersyukur denga apa yang kita punya sekarang dulu. Dan juga gue berkali-kali bilang, berbuat baiklah selama ada orang yang nggak baik sama kita. Karena bukan soal kita yang lebih baik atau dia yang lebih baik. Nggak ada alat pengukur kebaikan, jalani, terus liat apa yang terjadi :)

{ 5 Komentar... read them below or Comment }

  1. Cieee.. Udah dapet Kerjaan. Udah bisa menghasilkan uang sendiri dong nih :D gaji pertama mau diapain nih ?!

    azizkerenbanget.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Wah selamat ya buat kerjaan barunya. Gue setuju sama poin-poin kedewasaannya dari 1-5. Poin kelima mah jaman sekarang udah susah diterapin, banyak yang mau lebih. :))
    Anyway, baru pertama kali main kesini nih. Salam kenal ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Main ke Blog dan Hati aku belum :(

      Hapus
    2. Ziz, gak boleh gombal yah.
      Hae Deva, Jadian yuk~

      Hapus

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -