Posted by : Muhammad Iqbhal Selasa, 17 Februari 2015



Halo pembaca gue yang budiman.

Apa kabar? Gebetan baik? Atau dia udah diambil sahabat? Wah, sabar yah. Udah hampir sebulan gue nggak nulis blog nih. Eits, bukan berarti gue berhenti nulis. Gue lagi sibuk garap novel. Dan udah hampir selesai, tinggal masuk tahap revisi naskah. Nanti deh gue bakal omongin tentang buku gue. Selain itu juga gue sering lembur kerja, lumayan duitnya bisa buat dipake beli gebetan. #KetauanMasihJomblo

Kali ini gue nulis bukan lagi ngomongin mantan. Sekarang itu udah kayak nasi didiemin tiga hari. Basi. Disini gue akan menulis beberapa presepsi orang yang sering gue lihat, baca, dan dengar. Dari situ, blog yang menjadi tuangan hati gue bakal jadi medianya.

Waktu itu gue lagi semangat-semangatnya boker, tiba-tiba gue pengen update status di BBM, “duh hari ini kayaknya keras. Sekeras hati gebetan yang belum move on dari mantannya”. Tapi saat gue liat timeline, ada temen kontak BBM pasang foto profil, bukan sama pacarnya, mungkin kalo sama pacarnya udah gue delcont. Nggak bertoleransi banget dalam berasmara. Tapi foto profil yang isinya quote. Isinya gini,

“Mau ngajak jadian tapi nggak punya apa-apa, cuma modal berjuang doang. Seharusnya deketin cewek kalau kalian(cowok) sudah mapan. Cewek aja berjuang mati-matian buat bahagiain orang yang membesarkannya”

Sebenernya gue nggak setuju akan kalimat pertama. Kalo endingnya gue bisa terima lah sedikit. Tapi inget, bukan cewek doang kok yang berjuang mati-matian buat bahagiain orang tuanya. Emang cowok nggak mau bahagiain orang tuanya? Anda terlalu egois, Tukiyem~

Sebenernya kan untuk buat mendapatkan itu hal yang pertama adalah berjuang, dari situ kita liat betapa tulus dan besarnya niat buat mendapatkan. Kalo cuma nyari yang udah mapan, dia hanya terdiam, dan malah para cewek yang ngejar, jadinya apa? Dimainin. Terus nganggep semua cowok sama aja (jahatnya). Hih.

Girls, mapan juga memang butuh perjuangan. Tapi apa kalian bisa melihat perjuangannya dalam menuju kemapanan? Apa dia berjuang di jalan yang halal? Kadang, orang yang udah dilihat dari awal sudah mapan, belum tentu hatinya mapan. Kadang sebagian dari mereka saat sudah mapan, semua hal ingin dia miliki, dan sulit menahan ego atau emosi. Mau dapat pasangan yang mapan tapi tiap hari kamu digamparin? Di sakitin?

Menurut gue, gue lebih setuju mencari pasangan yang bisa dilihat dari perjuangannya walaupun dia masih belum punya apa-apa tapi saat berjuang dia bisa mencukupi karena usahanya. Dan saat sudah memiliki, mereka bisa saling berjuang bersama-sama sampai bisa mapan. Gue tau, masih ada kok cewek yang rela hidup melarat sama cowok yang disayanginya. Tapi, masih lebih banyak cowok yang nggak mau membiarkan ceweknya menderita dan hidup melarat saat bersama.

Ada cewek, sebut saja Rina. Dia pengen punya cowok yang mapan, padahal ada seorang cowok yang berjuang mati-matian demi dia, cowok itu rela bekerja keras, demi membeli barang mahal supaya Rina senang. Tapi Rina malah menganggap si cowok itu biasa aja. Bahkan cuek.

Endingnya Rina malah memilih cowok yang berpenampilan tajir, mempunyai kendaraan mahal. Sampai si cowok yang deketin Rina mundur perlahan. Tapi Rina malah bahagia, cuma sementara. Kenapa? Bukan karena cowok Rina yang mapan tadi dapat uang yang nggak halal. Tapi kehilangan pekerjaan, berhutang banyak, sampai harus menjual semuanya. Karena Rina nggak mau hidup melarat, jadi dia memutuskan cowoknya itu. Dan Rina tiba-tiba ingat kepada cowok yang berusaha mendapatkannya dulu, tapi sayang dia lebih bahagia hidup sama cewek lain yang lebih menghargai perjuangannya.

Memilih cowok dari pekerjaan dan penghasilannya itu sewaktu-waktu pasti bisa berubah. Mempunyai presepsi harus mempunyai cowok yang mempunyai pekerjaan. Harus. Terus menjamin kedepannya dia terus bekerja seperti itu? Nggak mikir nanti kalau dia dipecat lalu malah endingnya nganggur? Punya presepsi cowok harus punya uang banyak dan kendaraan bagus supaya bisa nyaman, padahal itu semua punya orang tuanya, mau?

Mending cari cowok yang mempunyai niat kerja yang tinggi, usaha yang besar, dan bakat buat sukses. Biarpun dia sekarang pengangguran. Tapi percayalah, berjuang bersama-sama itu jauh lebih membahagiakan. Setiap hal yang dilakuin dengan perjuangan yang berat, lebih cepat merasakan hasilnya, apalagi berjuang bersama.

Cinta memang butuh modal, tapi cinta lebih butuh usaha. Kalau kita cuma punya modal, Emang sih bisa memilih cinta apa saja yang kita mau. Tapi itu kadang nggak sesuai dengan hati. Beda sama yang usaha, bisa kita lihat betapa tulusnya dia berjuang demi membuat kita bahagia. Cinta bisa dibeli dengan apa pun, tapi bahagia cuma bisa dibeli dengan usaha.

In the end, memilih yang mapan itu emang hal yang benar. Tapi mungkin lebih di perjelas lagi, memilih yang mapan, sifatnya yang membuat dia mapan dan seberapa besar usahanya. Nggak tahan dong kalo tiap hari kebutuhan dan keinginan tercukupi tapi hati selalu disakiti? Perlakuanlah yang membuat itu semua sempurna. Kita boleh suka luarnya, tapi lebih penting lagi dalamnya, yaitu sifat dan prilaku. Karena hati mudah luluh sama kebaikan.

Dan gue punya pesan buat cewek:

Mencari pasangan yang mapan itu wajar, karena itu sebagai bekal hidup di kemudian kelak. Tapi, jauh lebih baik mencari orang yang menjadi mapan atau jauh lebih mapan karena mencintai kamu.

{ 14 Komentar... read them below or Comment }

  1. Setujuuu.
    #enggtaumaukomenapa

    BalasHapus
  2. menjadi mapan itu sebuah keharusan. tapimemang paling enak kalau sepasang pasangan di hadapkan dengan kesulitan2 yang mereka hadapi sebelum pria nya mapan :)

    BalasHapus
  3. aah gebetan bisa dibeli? kasih tau dong dimana bisa beli?? #ups :D

    nah gue setuju sama yang ini "Mending cari cowok yang mempunyai niat kerja yang tinggi, usaha yang besar, dan bakat buat sukses." tapi jujur gue belum bisa menilainya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Liat cara dia berusaha buat dapetin kamu. Dan perlakuan sifatnya.

      Hapus
  4. Pertama, gua menyayangkan kalo blog lu jarang post, bang. Post lu selalu gua tunggu.

    Kedua, semoga bukunya cepat selesai. Penggemar menunggu karyamu.

    Ketiga, gua gak setuju kalo memilih pasangan tidak harus mapan. Kasian mereka (orang yang merasa belum mapan), bakal selalu sulit atau minder mencari pasangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertama, gue sibuk kerja.
      Kedua, masih blm punya pacar.
      Ketiga, makasi ya, bro.

      Hapus
  5. wah,,,jadi inspirasi sore nih :)
    memang kendala terbesar dalam pencarian jdoh selalu di hal kemapanan heuh..

    salam kenal, mampir ya ke Blog Ca Ya

    BalasHapus

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -