Posted by : Muhammad Iqbhal Minggu, 22 Maret 2015


Hallo, para pembaca gue yang budiman. Apa kabar? Gebetan sehat? Maaf sebulan ini gue jarang nulis artikel di blog karena harus ngejar deadline buku gue yang bakal terbit. Proses pengerjaan buku gue ini dimulai awal Januari dan target terbit gue pengin di bulan Maret ini. Tepatnya pas di hari ulang tahun gue, tapi bau-bau nya sih bakal telat beberapa Minggu karena gue memilih buat revisi ulang pas editor udah bilang “Ok”.
 
Sebenernya tema buku ini udah dari 2 tahun yang lalu. Cuma gue terusin 2 bulan kemarin. Jadi, judul, sub-judul, kerangka udah ada, dan tinggal diteruskan isi yang merupakan pengalaman cerita cinta gue sendiri.

“Kok cerita sendiri?”

Jadi gini.. Buku gue ini bercerita tentang pengganggu hubungan, sesuatu hal yang nggak bisa buat kita jadian sama seseorang atau saat kita udah jadian sama seseorang tapi putus karena ada sesuatu hal pengganggu itu. Atau bisa juga dibilang buku gue ini termasuk “Personal Literature.”

“Judulnya apa, Bang?”

Ya, banyak banget yang nanya judul buku gue apa. Dan gue merahasiakannya sebelum fix, karena tadinya gue berniat buat mengganti judul, tapi taunya gak jadi karena buat gue ini judulnya udah pas. Jadi, judul buku gue adalah Aku, 
Kau, dan Siraru.

“Siraru? apa itu bang?”

Siraru itu laron, binatang yang suka sama cahaya lampu. Sama seperti hubungan yang sedang harmonis lalu di datangi siraru sampai membuat cahaya lampunya tertutup dan akhirnya gelap. Siraru disini di ibaratkan sebagai pengganggu hubungan.

Disini gue nggak menggunakan penerbit major. Karena buat gue penerbit major itu kan penerbit besar dan terkenal sampai seluruh Indonesia kayak Gagas Media, Bukune, Gramedia, dll. Gue disini menggunakan self-pubhlishing di situs www.nulisbuku.com.

“Kenapa gak di penerbit major aja, bang?”

Sebenernya gue dari dulu pengen masukin naskah gue ke penerbit major, tapi banyak kelemahannya, walaupun untungnya pasti besar. Disini gue mikir, gue ini ingin berkarya dengan menulis ingin mengejar prestasi, bukan royalti. Penerbit major itu banyak persyaratan, waktu yang harus ditunggu, dan saingan yang berat dari seluruh Indonesia. Walaupun gue yakin naskah gue akan diterima karena banyak temen blogger gue yang usulin, tapi waktu yang harus gue tunggu adalah 6 bulan. 6 bulan bukan waktu yang sebentar, rasanya lebih lama dari nungguin kepastian dari gebetan. Kalo naskah gue diterima, gue bakal bolak-balik Jakarta-Bogor untuk meeting sama editor yang nanti dipilih, dan nunggu lagi beberapa bulan buat revisi, editing, dan  lain-lain. Kalo buku gue udah terbit, gue harus talkshow dimana-mana untuk promoin buku gue, sedangkan gue harus kerja setiap hari. Gue nggak mau bolos kerja cuma karena promo hasil karya gue yang mungkin hanya beberapa saat saja yang menguntungkan, sedangkan kerja itu adalah sebagai penghasilan tetap sampai gue tua nanti.

Jadi, akhirnya gue menggunakan penerbit dari nulisbuku.com yang pasti terbit dan nggak butuh waktu nunggu ini-itu dulu. Gue cuma pengen buku gue terbit secepatnya, puas, dan disukai masyarakat itu adalah bonusnya.

Di penerbit nulisbuku.com ini kita cuma perlu upload naskah dan cover buku kita buat diterbitkan nanti. Hasilnya bukan jadi e-book kok, hasilnya buku cetak kertas. Kalau ada pembeli yang ingin beli buku kita, bisa langsung memesan, lalu sama penerbit bakal dicetak dan dikirim ke alamat pembeli. Syaratnya harus register di nulisbuku.com dulu, gratis kok, kayak buat akun Facebook/Twitter aja, isi data diri, konfirmasi e-mail, dan bisa deh kalian mesen buku apa aja yang ada di nulisbuku.com atau bahkan kalian mau bikin buku juga bisa! Ada juga jasa pembuatan cover, jasa editor, formating, etc.

"Bukunya buat dipersembahkan buat siapa, bang?”

Sebenernya gue nulis buku Aku, Kau, dan Siraru selain buat kisah cinta gue dibuat sebuah tulisan yang bakal dikenang sampai kapan-pun, pelajaran buat para pembaca. Gue juga pengin mengungkapkan perasaan gue kepada orang yang gue suka. Lewat tulisan.

Kadang sebaik-baiknya menyayangi adalah berani jujur untuk mengungkapkan. Entah semakin tua usia gue, semakin sulit menemukan ketulusan untuk siapa yang buat dijadikan pasangan. Tapi saat ini gue cuma mencintai seseorang, cuma dia. Gue nggak tau dia punya siapa sekarang, gue juga nggak mau tau dengan siapa dia dekat sekarang walaupun dia masih sendiri. Mungkin sesuatu hal ini bisa buat perasaan gue puas walaupun sedikit. Karena mempertahankan perasaan lebih sulit daripada mempertahankan hubungan. Selagi sudah di ungkapkan, rasa itu akan tersampaikan. Dan menyayangi nggak harus memiliki, jadi walaupun kita sudah berhubungan atau tidak itu tergantung dari gimana kita menyayanginya.

Gue nggak peduli respon apa yang dia kasih nanti, mau bilang gue seperti anak kecil ataupun dia tetap menolak gue. Gue cuma bisa menerima cewek, cuma dia. Walaupun dia memilih menyayangi yang lain, entah siapa.
Banyak yang gue persembahkan karya gue ini yang ada di halaman “Ucapan terimakasih”. Terutama nyokap, buat gue nyokap adalah penyemangat gue nulis, dan dia(seseorang di bab-8 buku gue) adalah inspirasi di setiap gue menulis :)

{ 4 Komentar... read them below or Comment }

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -