Posted by : Muhammad Iqbhal Kamis, 30 April 2015





Kadang tempat curhat paling nyaman di dunia ini adalah seorang ibu. Nggak harus ibu kandung, kadang seseorang yang seperti ibumu yang merawat dengan kasih sayang itu. Sekarang, karena seringnya gue menulis dan memberikan solusi, banyak pembaca yang sering curhat ke gue via e-mail, sosmed, chat, bahkan empat mata.

Terus mereka suka bertanya, “Bang, gue sering curhat sama lu, terus kalau lu curhat ke siapa?” Nah maka dari itu gue nulis ini. Jawaban gue adalah, Nyokap. Kadang sesekali bokap. Cuma masalah asmara biasanya selalu ke nyokap. Bokap kalau di ajakin ngobrolin asmara jawabnya pasti,”Kamu itu pipis aja belum bisa salto, udah mau pacaran aja~” Kan pedih, bro.


Nyokap dan bokap gue udah cerai sejak gue masih kelas 3 SD(kalau nggak salah) (Berarti bener dong?) (Iya aja deh, biar cepet). Dan gue lebih memilih hidup sama bokap, walaupun hati memilih pengen sama nyokap. Gue nggak menyesal kalau dulu memilih hidup sama bokap. Karena bokap adalah cowok yang paling bertanggung jawab. Sayang banget sama gue. Gue belum bisa bahagiain bokap, karena gue nggak gendut, kata nyokap, bokap gue suka orang yang gendut. Sampai sekarang entah kenapa gue masih kurus aja. Mungkin itu cita-cita membahagiakan bokap yang belum gue capai. Absurd memang.

Kalau soal curhat sama bokap, kadang gue selalu masalah hidup dan masa depan. Banyak orang yang nyeramahin gue tentang orang lain yang sukses, mereka bilang gue harus sukses dan liat orang sukses lainnya yang bisa beli motor. Dan bokap gue bilang,”Sukses itu nggak harus beli motor. Sukses itu berhasil wujudkan keinginanmu. Keinginan manusia itu nggak cuma satu, selalu nambah dan nambah. Kamu harus berhasil wujudkannya satu-satu. Saat cita-citamu tercapai, wujudkan lagi cita-citamu yang lain.”

Bokap nggak pernah muluk-muluk dan nentuin gue pengen jadi apa. Dia selalu kalem dan apapun pilihan gue, selalu dia dukung. Nggak pernah beliau menolak keinginan gue. Dalam hal gue pengen sesuatu pun, kadang dia selalu diam-diam membelikannya. Gue suka dibuat sureprise sama beliau, tapi saat gue pengen sureprise sama beliau reaksinya biasa aja. Bokap gue tipe orang yang nggak suka lebay. Saat gue jadi juara pertama pun, dia biasa aja. Itu yang membuat gue heran.

Soal perasaan dan asmara, gue lebih sering curhat ke nyokap. Udah banyak banget beliau selalu kasih masukan ke gue, dan gue pun udah banyak menjalani sarannya. Endingnya ternyata jauh lebih baik, dan gue sembuh dari penyakit jahanam = galau.

Nyokap gue adalah tipe perempuan yang setia, buktinya, sejak cerai dengan bokap gue, sampai sekarang pun beliau tetap sendiri. Nyokap gue pernah cerita tentang ada beberapa lelaki yang ingin menikahinya, tapi dia selalu menolak. Sekarang pun bokap gue nikah lagi dan punya anak. Tapi mereka nggak pernah lepas komunikasi, isinya nggak jauh ngomongin gue. Cieee...

“Mah, kenapa sih nggak nikah lagi?” ucap gue sambil nguras jamban.

“Setia itu pilihan. Setia itu tanggung jawab. Bertahan sama pilihan itu sulit. Tapi kamu bakal nemuin hikmah dan kebahagiain itu sendiri.” Jawab nyokap gue sambil fokus nonton sinetron.

“Setia sama satu pilihan tapi dia cuek dan keliatan dia mencintai kita itu gimana?”

“Kamu bakal sakit hati. Itu pasti. Tapi lebih baik sakit daripada menyakiti orang lain. Jangan pernah mencoba mencari yang lain ketika hati masih ada di dia. Sabarlah, cinta itu indah pada waktunya. Setialah, cinta bisa timbul karena kita setia.”

“Tapi dia cuek, seolah nggak pernah mencari. Bagaimana Iqbal bisa teruskan ketika didiamkan dia malah ikut diam, seolah tidak peduli. Saat ingin menjauh, dia malah baru mengungkapkan semuanya. Dan entah setiap hari jadinya semakin ingin memilikin dia.”

“Bal, wanita itu suka dikejar. Kita itu suka dikejar. Jangan pernah diamkan orang yang kamu sayang, sakit hati itu resiko. Sekarang kamu tau kan dia suka sama kamu? Mamah nggak bisa ngasih tau kamu harus apa kedepannya, yang bisa itu hati kamu. Karena hati kamu yang merasakannya sekarang. Tetap sakit hati karena terus diam, atau berjuang sampai titik darah penghabisan. Cinta itu gila. Kalau gila, bukan cinta namanya. Memang cinta bakal membuat kita bodoh, gak usah takut. Asal kamu yakin sama pilihan kamu, perjuangan kamu pasti bakal berujung kebaikan.” Setelah itu nyokap pun meneteskan air mata. Gue bingung, saat gue tanya,

“Mah, kok jadi nangis?”

“Itu, sinetronya sedih. Masa ganteng-ganteng diselingkuhin, eh si Kiwil direbutin.”

“.........”

Banyak lagi pedoman hidup yang beliau kasih ke gue, diantaranya:
-“Bal, cari pasangan yang sayang sama kamu, sama mamah, dan lainnya. Karena sayang sama kamu itu nggak cukup. Cari pasangan dari tuturnya baik, selalu membanggakan kamu, bukan yang hanya meledekmu tapi bilangnya sayang. Itu bukan sayang, itu merendahkanmu.”

-“Cewek yang pinter masak itu bakal buat suaminya betah dirumah.  Dan saat pulang kantor, dia langsung pulang kerumah, bukan untuk apa, tapi ingin makan masakan istrinya.”

-Dan yang terakhir, “Pacaran beda usia itu wajar. Buktinya mamah dan bapak lebih tua mamah kan. Bapakmu itu punya sifat peduli yang tinggi dalam diam. Setiap kamu sakit aja, bapakmu suka ngambek ke mamah. Ya, dia sayang banget sama kita.”

Nyokap gue emang beda dengan bokap, nyokap lebih suka ngasih perhatian yang tinggi, dari ucapan maupun perbuatan. Sedangkan bokap peduli tapi nggak pernah terlihat. Sebenernya beliau sangat peduli.

Tapi menurut gue, mereka cocok walaupun banyak perbedaan yang mereka miliki.

Gue nggak bisa ngebayangin kalau udah nggak ada nyokap, tanpa beliau mungkin gue butiran debu di pojokan kamar. Curhat itu harus ke orang yang tepat, agar masalahmu bisa terselaikan dengan tepat. Jangan ke orang yang comel, nanti curhatanmu di buat spanduk dan di tempel di perempatan jalan. Jangan.

“Orang yang tepat adalah orang yang sekarang ada dihatimu.” – Nyokap.

{ 2 Komentar... read them below or Comment }

  1. Senasib sih. Bedanya mungkin orang tua ku yang sama-sama ngga menikah lagi..

    Keep spirit yah. :D

    BalasHapus

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -