Posted by : Muhammad Iqbhal Selasa, 10 Mei 2016

Dunia Akan Ikut Murung, Jika Aku pun Begitu
by masisibal

Ini adalah hari kedua aku MOPDB atau sebagian orang lebih mengenal dengan masa orientasi siswa atau OSPEK. Masih dengan perlengkapan yang sama seperti kemarin. Jepitan warna-warni di rambut dengan jumlah sesuai tanggal lahir, memakai topi kerucut yang terbuat dari kertas karton, serta yang terpenting adalah membawa hati dan juga perasaan.

Pagi itu, saat baru turun dari mobil, aku melihat kak Kukuh datang dengan mengunakan motor maticnya. Berhenti di depan gerbang, memarkirkan motornya dipinggir jalan lalu menghampiriku dan berbicara di jendela samping mobilku dengan Pak Jajang.

“Hola, Pak Jajang. Makasih ya udah nganterin putri cantik lagi ke sekolah saya dengan selamat sentosa. Hati-hati dijalan, jangan ngebut, ada polisi tidur, nanti dia bangun.”

Aku tersenyum. Pak Jajang pun langsung mengangguk dan pergi, saat itu hanya ada aku dan kak Kukuh ditemani pagi dan angin yang perlahan menabrak rambut yang panjang ini sehingga aku harus merapikan ke belakang telingaku.

“Selamat pagi, Nabila Windy. Silahkan masuk. Selamat datang di SMA 6 Bogor, anggap aja sekolah sendiri.” Ucap kak Kukuh sambil memberikan kode dengan tangannya mempersilahkan aku masuk. Untung saat itu tidak banyak anak-anak yang datang karena masih terlalu pagi.

“Makasih. Kak Kukuh kok dateng ke sekolah? Ada acara lagi?” tanyaku.

“Eh, bentar ya aku masukin motor dulu.” Kak Kukuh pun langsung membawa masuk motornya kedalam parkiran sekolah, aku menunggunya di depan parkiran yang saat itu hanya berada disamping gerbang masuk.

“Emm apa pertanyaan kamu barusan? Oh, itu. Iya, katanya ada dinosaurus bakal nyerang sekolah, jadi aku dateng kesini.”

“Ih serius. Becanda mulu.” Ucapku kesal.

“Mending becanda mulu, daripada serius mulu. Nanti dunia bakal ikut murung.” Jawab kak Kukuh dengan santai. Aku semakin kesal, maksudnya apa sih pertanyaan yang serius tapi dijawab bercanda. Nggak semuanya bisa dibuat becandaan kan.

“Liat aja nanti deh, kamu juga bakal tau sendiri.” Lanjut kak Kukuh yang langsung menyuruhku masuk ke dalam kelas gugus 6 dan dia pergi entah kemana, padahal kelas 3 sebenarnya masih libur semester.

Saat bel dimulainya lagi MOPDB, aku diajak untuk melihat promosi berbagai ekskul di SMA 6 Bogor oleh kakak-kakak kelas, dimulai dari taekwondo, OSIS, rohis, futsal, basket, memasak, mengecor jalan dan lain-lain. Yang kedua dari terakhir itu becanda. Ini semua karena kak Kukuh kalau lagi serius malah becanda, salahin dia aja.

Tapi, saat ekskul basket. Ternyata ada kak Kukuh dan teman-temannya yang lain datang membawa bola basket. Kak Dini, selaku moderator memperkenalkan ekskul basket tersebut. Mereka atau bisa disebut para tim basket putra dan putri SMA 6 Bogor berdiri berjejer rapi didepan walaupun tidak menggunakan seragam basket dan hanya memakai seragam sekolah saja tidak seperti promosi ekskul taekwondo yang sebelumnya. Mereka punya alasan sendiri. Ternyata itu lagi-lagi kak Kukuh.

“Ih itu kak siapa ya, ganteng banget.” Ucap seorang cewek dibelakangku yang membuatku jengkel karena suaranya yang cukup keras. Ingin sekali aku memberitahunya bahwa itu adalah kak Kukuh, orang yang telah mengenalku terlebih dahulu daripada kalian.

“Iya ih, tinggi, ganteng, putih, senyumnya bikin adem banget yah kayak ubin mushola.” Ucap lagi cewek yang satunya tanpa sadar bahwa omongannya dengan mudah terdengar orang-orang yang ada didekatnya.

Aku tidak memperdulikan mereka lagi. Yang aku lihat sekarang adalah fokus ke depan, ke Kak Kukuh dan juga tim basket lainnya. Aku melihat disana tidak ada pemain yang rata-rata dengan tinggi 170cm, ternyata ada juga yang pendek seperti diriku. Baik cewek maupun cowok.

Kak Dini memperkenalkan nama-nama semua pemain basket yang ada didepan kita. Dan memberitahu kapten tim basket cowok adalah kak Kukuh. Entah aku harus kagum atau bangga, melihat orang yang aku kenal ternyata punya peranan penting pada sesuatu.

Saat itu kak Kukuh berbicara cukup banyak, memberitahu tentang visi misi ekskul basket sekolah. Katanya, mereka nggak peduli sejago apa skill basket yang udah kita punya sebelumnya atau seburuk apa kita yang belum pernah megang bola basket, yang penting adalah disini membuat yang jago bisa ikut membuat yang nggak jago menjadi jago. Nah loh pusing kan. Intinya itu, tim basket memiliki visi kekeluargaan dan solidaritas yang tinggi.

Kak Kukuh lalu mengajak salah satu peserta untuk maju kedepan yang belum pernah memegang bola basket, sebagian besar adalah cewek. Lalu kak Kukuh memberikan bolanya pada mereka dan untuk memegang bola, mendrible bola, serta mengoper bola pada kak Kukuh.

Lalu aku ingat perkataannya,”Jika kalian ingin menyukai sesuatu, kalian harus menguasainya dulu. Bukan membenci sesuatu tapi untuk mengenalnya aja nggak mau.”

Akhirnya aku lihat banyak anak-anak MOPDB maju kedepan mengambil formulir pendaftaran untuk menjadi ekskul basket. Mungkin saat itu kak Kukuh berhasil melakukan pekerjaannya. Selain penuh kejutan dan pemberani, mungkin itu alasan orang-orang mudah tertarik pada kak Kukuh.

Saat itu tidak ada lagi acara yang penting saat MOPDB, hanya promosi semua ekskul yang ada, lalu pulang.

“Halo, Nabila, pulang sama siapa nih?” tanya kak Gigon yang saat itu mengagetkanku dari belakang yang sedang jalan berdua dengan Anjani.

“Pulang sama Anjani, kak. Tapi, nanti didepan gerbang aku dijemput supirku.” Jawabku mencoba ramah.

“Yaah. Pulang sama kakak aja naik motor, yuk. Sambil jalan-jalan.”

“Nggak, kak. Makasih.”

“Hayuk ah.” Paksa kak Gigon sambil menarik tanganku yang sedari tadi memegang tas.

“Kak, maaf Nabilanya udah bilang gak mau.” Ucap Anjani yang saat itu mengalihkan pandangan kak Gigon.

“Ye, jangan ikut campur ya dek. Hayu lah, Nabila.” Lagi-lagi Gigon belum melepas tangannya dari tanganku yang sedari tadi semakin erat ditarik olehnya.

“Oke, oke. Nanti aja, ya kak jalannya. Lain kali aja. Aku mau pulang dulu sekarang.” Jawabku agar tidak terjadi suasana yang semakin kacau.

“Hmmm.. Oke kalau itu maumu, tapi janji yah lain kali? Awas loh aku tagih.”

"Iya, kak.”

“Oke, kalo gitu kakak pergi dulu ya. Dah!” ucap kak Gigon langsung pergi dari hadapan aku dan Anjani.

“Susah ya jadi orang cantik. Banyak fans beratnya.” Ucap Anjani yang saat itu membuatku tertawa.

“Kata kak Kukuh cewek cantik disekolah ini tuh bukan karena dia banyak yang suka…”

“Terus?”

“Tapi, yang banyak berdoa. Supaya nggak digangguin cowok-cowok yang minta diajak pulang berdua.”

“ha ha ha.”

Aku dan Anjani tertawa. Tiba-tiba aku teringat kak Kukuh.

By the way, kamu liat kak Kukuh gak? Kok gak keliatan ya?” tanyaku ke Anjani.

“Tadi sih aku ke kantin liat dia sibuk ngumpulin formulir cewek-cewek calon ekskul basket.” Jawab Anjani sambil mengingat-ngingat kembali apa yang sepertinya dia lihat sebelumnya.

“Oh gitu. Susah ya jadi cowok ganteng. Banyak fans beratnya.” Ucapku dengan datar.

“ha ha”

Panjang umur. Tiba-tiba kak Kukuh datang menghampiriku diluar gerbang setelah pamit ke Anjani. Dia seperti bisa, mengucapkan hati-hati padaku lalu ke Pak Jajang yang daritadi menungguku diluar sekolah. Katanya,”Pak Jajang, hati-hati dijalan yah. Jangan sambil main hape kalau nyetir, nanti ditangkep Domentor.”

Domentor adalah makhluk penghisap kebahagiaan seseorang di Harry Potter. Aku kembali tersenyum saat itu. Mungkin Pak Jajang juga senang bahwa ada orang yang akrab dengannya.

Bersambung…

Lanjut di Wattpad Bagian 3 - 20(End): 

https://www.wattpad.com/story/95856956-dia-tetap-menjadi-masa-laluku-tahun-2009

Leave a Reply

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -