Posted by : Muhammad Iqbhal Jumat, 12 Agustus 2016

dan Media sebagai Alternatif dan Pembuktiannya.



    Nggak sembarangan orang bisa ketemu langsung sama pejabat-pejabat negara. Sekalinya ketemu di jalan, mereka selalu di kawal. Sekalinya mereka mau pipis, itu toilet harus di kosongin dulu dari debu dan roh jahat apalagi manusia nggak penting kayak spesies jomblo.

    Lalu di sosial media aja yang ngurus ada adminnya. Jarang untuk mendengarkan banyak keluhan langsung, masukan langsung, memberi sekedar pujian untuk beliau, bahkan banyak netizen lain yang minta follback tapi dicuekkin. Kasian.

    Bukan lagi memasuki zaman yang canggih, kalau orang-orangnya nggak ikut canggih. Punya smartphone, tapi kalau penggunanya enggak, ya itu bakal jadi penyalahgunaan nantinya, kayak penyebaran berita hoax, penggunaan yang berlebihan sampai menjadi kebutuhan pokok dan mengenyampingkan kebutuhan lain yang seharusnya dipenuhi terlebih dahulu(mengenal kaum miskin urban: anak-anak muda yang kere, kelaparan, tapi eksis), sampai bisa memfitnah pihak lain.


    Tapi nggak semua teknologi itu jahat, orang yang selalu memandang suatu dengan cara pandang bahwa sesuatu itu bertujuan negatif, maka orang itu akan bingung nantinya karena zaman atau situasi bisa menelan dia.

    Sekali lagi, semua tergantung dari penggunanya, dari mana sumbernya berasal, dan siapa yang difollow. Yap, siapa yang kita follow akan mempengaruhi tingkat kepekaan dan kepercayaan apa yang dia share. Maka dari itu, tidak terjerumus ke lubang keledai, kita juga harus bijak dalam memilih orang untuk diikuti.

    Gue suka sama pemerintah sekarang yang bukan lagi merangkul media massa kayak stasiun tv, surat kabar, majalah, koran, tapi sekarang mulai merangkul netizennya juga.

    Jadi, kemarin gue dapet e-mail dari mba Mira selaku panitia acara Gathering Ngobrol Bareng Blogger – MPR RI. Baru kali ini dan ini memang acara pertama kalinya mengundang Blogger ke acara pertemuan dengan pejabat-pejabat penting negara.
Cowok sejati selalu datang lebih awal

    Yang tadinya gue kira acara ini bakal serius, ternyata nggak. Pembawa acara, panitia, bahkan pak Ma'ruf Cahyono (sekjen MPR), dan pak Zulkifli Hasan selaku ketua MPR menyampaikan pesan-pesannya sangat lugas, santai, tapi tetap serius.

    Di sela-sela acaranya juga diselingkan tanya-jawab oleh para Blogger dan dijawab oleh pak sekjen. Nggak sedikit dari kita selaku perwakilan Blogger-Blogger yang lainnya berterima kasih untuk di undang dalam acara tersebut. Selain menambah wawasan, kita juga bisa berkumpul silaturahmi dengan Blogger hebat lainnya. Dan juga menanyakan tentang apa peran netizen terhadap pilar bangsa. Berat banget pertanyaannya, lebih berat ditanya cewek “aku gendutan gak?”.

    Pas panitia mengijinkan selfie sama pak ketua MPR, sayangnya gue nggak ikutan. Buset dah, desek-desekkan banget liatnya juga. Percuma di hasil fotonya juga pasti nggak akan keliatan. Jadinya, pas para Blogger pada selfie sama pak ketua MPR, gue brutal ngambil makanan yang dihidangkan Muehehehe!

    Dalam inti acara, di bulan Agustus 2016 ini MPR banyak sekali jadwal acara yang bakal diselenggarakan. Diantaranya:

1.   16 Agustus 2016, rapat kerja MPR, jadi pada rapat ini akan dilihat hasil kerja MPR.

2.   18 Agustus 2016, final lomba cerdas-cermat tingkat SMA yang akan diikuti oleh 3 sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Mojokerto Jawa Timur, SMA Negeri 1 Ciomas Banten, dan SMA Negeri 1 Wonosobo Jawa Tengah. Jangan salah, kata pak Sekjen mereka itu pinter-pinter pertanyaan belum beres tentang pasal dan undang-undang aja udah tau jawabannya. Gak kayak para cowok yang sedang dijajah wanita aja, udah dikasih kode aja nggak cermat apalagi cerdas. Mari kita mengheningkan cipta.


3.   29 Agustus 2016, ultah MPR. Cie ultah, HBDWYATB ya. Tambah semangat kerjanya pak! Bikin undang-undang tentang perjombloan. Sebagai tuna-asmara saya dukung penuh!

    Dan masih banyak lagi.

    Ya, itulah yang disampaikan di Inti acara oleh pak Sekjen. Harus dihapalin coy. Kalo itu aja nggak mau di hapalin apalagi nanti lo dipaksa pacar buat ngapalin tanggal jadian, tanggal pertama kali main kerumah, dan juga tanggal kapan kucing peliharaannya datang bulan.

    Oh iya, masih banyak diantara kita nyebut Undang-Undang Dasar 1945. Sebenarnya itu salah loh adik-adik. Yang benar itu Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Harus lengkap begitu, nggak mau kan nama panjang lo misalnya Rodrigues Julio Lopez Kepepes, terus malah di ucap Julio Kepepes? Sama kayak UUD NRI Tahun 1945 juga begitu.

    Hapalin juga nih 4 pilar Kebangsaan Indonesia. Buat apa? Ya, sama aja kayak lo ditanya isi pancasila itu apa aja, sekalinya lo ditanya pejabat MPR atau media dan lo gak tau, entar bakal diketawain tuyul Tanah Abang. 4 pilar kebangsaan Indonesia:

  1. Pancasila
  2. Bhineka Tunggal Ika
  3. Undang Undang Dasar 1945
  4. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

    Gampang kan? Yaelah, lebih gampang dari ngapalin kebiasaan dia yang suka bales chatting lama, singkat, dan banyak alasan. Wkwkwkwk.
Foto atas kiri pak sekjen duduk disebelah kiri dengan MC. Foto sebelah kanan atas ketika pak ketua MPR sedang nasihatin blogger-blogger yang masih aja jomblo. Sedangkan 3 foto dibawah adalah para panitia acaranya. Ciye gitu.

    Ya, setelah itu selesai lah acaranya. Dan gue beku di bawah AC ruangan acara. Gue berharap pak Sekjen dan pak Zulkifli Hasan mau merangkul kita lagi para Blogger atau netizen untuk bisa berpartisipasi lagi dalam acara sekeren itu. Buat para pembaca Blog kita bisa lebih tau tentang MPR, lembaga pemerintahan, daripada retweet-retweet status Tumblr tentang cinta-cintaan.

    Kita juga selaku Blogger dengan senang hati memberikan jalan untuk menyampaikan edukasi sesuai para penikmat dan pembaca blog kita. Disampaikan untuk ibu-ibu oleh Mom Blogger. Disampaikan para penikmat dan pembaca tentang travel, oleh Traveler Blogger. Dan juga gue yang lebih menyampaikan ke anak muda, remaja, alay, dan spesies mamalia lain, karena gue lebih suka tentang membahas apapun tentang dunia remaja, percintaan, dan apapun.

    Semoga ini sampai kepada kalian, dan ambil positifnya untuk lebih mendukung pemerintah dalam mengembangkan teknologi, dan tidak asal menutup atau memblokir sembarangan wadah kita dalam berkarya. Sekali lagi semua tergantung penggunanya, yang seharusnya ditutup adalah akunnya, bukan media atau platfom dan lain-lainnya.

P.S.: Teruntuk ketua MPR, Pak Zulkifli Hasan, maaf sudah merepotkan karena para Blogger banyak meminta selfie, mungkin pipi bapak pegel karena harus senyum terus. Respect sekali kepada bapak. Maklum kita anak media sosial yang selalu ingin eksis, dan terima kasih sudah mengerti. Dan untuk sekjen MPR, Pak Ma'ruf Cahyono, yang rela berkeliling meja untuk bersalaman dengan semua yang hadir di dalam acara. Wow, awesome. Sukses terus untuk beliau. Terima kasih untuk panitia yang walalupun sekedar memberikan informasi letak acaranya, pelayanan terhadap para peserta, dan mau berkomunikasi satu persatu kepada kita yang hadir. CIAO!



Foto kiriman Muhammad Iqbhal (@masisibal) pada

Leave a Reply

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -