Posted by : Muhammad Iqbhal Senin, 06 Februari 2017


Orang cari kerja itu buat dapet duit, bukan malah ngeluarin duit.

Kemaren gue dicurhatin temen yang kena tipu daya dengan modus lowongan kerja. Kejadian model gini udah ada dari dulu sih, tapi anehnya masih aja terus muncul memakan korban.

Jadi, temen gue ini kan fresh graduate. Doi cerita, waktu sebelum kejadian dapet info lowongan kerja lewat salah satu aplikasi chatting dari teman kontaknya. Isinya memang bikin kebanyakan orang tertarik, dimulai dari minimal pendidikannya cuma SMA/SMK sederajat, gaji yang cukup besar, dapet tunjangan + asuransi, dan BISA LANGSUNG DI INTERVIEW. Iya, ada juga yang memikat orang dengan isinya bisa nentuin jadwal kapan waktu buat bisa wawancara kerjanya! Enak banget dah, itu mau interview kerja apa mau ngedate sama gebetan.

"Siapa coba yang nggak tergiur?"
 
Nah, temen gue ini udah nyiapin dokumen-dokumen persyaratannya dan langsung dikirim via jasa pengiriman ke alamat yang dicantumin di info loker tadi. Nggak lama -kurang lebih seminggu, dapet balesan kalau dokumennya udah sampai dan diterima yang bersangkutan, dapet juga deh tuh jadwal, alamat tempat interview, dan dengan atas nama siapa
 nanti ketemunya.

Mengabari ke keluarga,  orang tua,  dan dapat doa dari mereka karena kita selangkah lagi mendapatkan pekerjaan merupakan momen bahagia tersendiri bagi setiap orang. Pergi ke kota/ibukota yang dari daerah rumahnya jauh, memperhatikan dan mencoba profesional soal waktu, penampilan, dan harapan. Jelas, semua itu bukan sekedar main-main, tapi demi pengalaman dan masa depan.

Sesampainya temen gue di tujuan dengan menggunakan ojek online dan hasil menuruti GPS di smartphone-nya, semua yang tadinya penuh harap, tiba-tiba buyar dengan pemikiran lokasi tempat yang bagi temen gue itu aneh. Perusahaan besar, tapi kok interviewnya di ruko. Dan masuklah temen gue itu yang ada satpam menjaga di depan pintu masuk. Selesai disuruh nunggu, temen gue disuruh ke ruangan yang katanya tempat interview, disusul seseorang yang masuk mengatasnamakan seseorang yang bakal menginterview temen gue.

Selama interview, temen gue ditagih uang yang katanya buat biaya tes masuk tahap berikutnya. Anehnya, dia nerima berapa pun uang yang teman gue bawa. Saat itu temen gue bilang cuma ada uang Rp. 200.000, dan doi kasih duit itu langsung ke orang yang interview dia tadi.

Lalu pulanglah temen gue itu, hari berikutnya dia dipanggil lagi, buat tes tadi. Tapi, yang kejadian malah temen gue itu dipinta uang lagi. Karena curiga, doi pun nggak ngasih. Katanya juga kalau nggak ngasih, temen gue itu nggak bisa ikut ke tahap berikutnya, DAN UANG YANG DIA BAYAR SEBELUMNYA HANGUS.

Setelah itu temen gue cek Google, dengan keyword alamat tempat dia interview tersebut.. Hasilnya?

Damn!

Temen gue nemu satu forum diskusi dan posting yang membicarakan alamat dan yang mengatasnama perusahaan tsb.

Jadi, tempat interview kerja temen gue itu dipake juga buat interview kerja mengatasnamakan PT-PT lainnnya! Perusahaan besar semua! Dan tertulis isi pesan info lowongan dan pemanggilan interviewnya juga sama persis dengan yang temen gue itu terima!

Dari kejadian temen gue itu, mungkin gue juga pengen mengingatkan buat yang lainnya. Sebelum mencerna informasi, lebih baik kita cari dulu kebenaran informasi itu. Apalagi jaman sekarang udah ada Google, Yahoo, dll.

Kasus penipuan itu udah jelas-jelas keliatan kok. Ciri-cirinya bisa diidentifikasi:

  • Perusahaan besar nggak akan pernah memungut biaya ke calon pekerja/karyawannya sepeser pun.
  • Info lowongan kerja bukan dari situs resmi (biasanya via SMS/media chatting seperti WA, BBM, dll)
  • Balasan via SMS sudah harus patut dicurigai, sebab balasan resmi biasanya lewat surel/e-mail
  • Kondisi tempat interviewnya mencurigakan (lebih baik tanya dulu warga sekitar tentang tempat interview kita itu)
  • "Jika bisa hadir untuk interview, balas OK," (eh malah dibales, "oke bray~")
Cek selengkapnya di forum diskusi link ini (isi komentarnya tentang beberapa korban yang kena penipuan mengatasnamakan beberapa PT): https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=355114997966410&id=119957121482200&p=1092
 
Jadilah bijak sebelum kita memutuskan sesuatu. Jangan terlalu senang dan berharap lebih, itu yang akan nantinya membutakan kesadaran dan akhirnya yang terjadi adalah penipuan. Kalau sudah pernah berpengalaman, cobalah untuk membantu yang lain agar tidak kecolongan.

Thanks for reading. Sebarkan! Jangan berhenti di kamu. He he.
Have a nice day!

Leave a Reply

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -