Posted by : Muhammad Iqbhal Kamis, 27 April 2017


Di bulan Maret kemarin umur gue bertambah. Bukan cuma umur, tapi juga pengalaman(otomatis), saldo tabungan(ini harus), dan juga kebutuhan stock beng-beng maxx ikut bertambah(ini wajib). Kenapa semua bertambah? Mungkin dari itu semua bakal sedikit timbul pertanyaan. Nah, maka dari itu, gue nulis ini.

Sejak kecil, kebanyakan kita cuma hidup menikmati hari tanpa mikirin besok makan apa, besok ada tagihan apa, atau besok apa yang harus dibeli dari barang kebutuhan yang stocknya udah mulai habis. Kita cuma main sepuasnya, makan udah disediakan, mandi dimana aja; pakai air hujan atau mandi di sungai bareng-bareng temen-temen, main sepeda sejauh mungkin, dan tidur nyenyak tanpa mikirin berita soal politik dan gosip Ayu Ting-ting.

Kenikmatan kayak gitu, sekarang harus udah usai. Semakin badan bertambah gede, porsi makanan otomatis bertambah bahkan bermacam-macam keinginan buat makan apa karena nafsu semakin ikut membesar. Nggak heran jaman sekarang orang-orang banyak BM, ngidam, atau pamer makanan di sosmed. Selain itu, di jaman internet ini juga kebutuhan bertambah macamnya lagi; yap, pulsa dan kuota. Dulu, gue nggak perlu mikirin pulsa dan kuota gue tinggal berapa, nggak peduli kehidupan orang di internet kayak gimana karena medianya saat itu nggak ada, dan juga kalau mau dan ngehubungin orang pun di beberapa titik pinggir jalan dulu masih banyak telpon umum dan juga wartel.

Sekarang, gue liat anak SD aja udah mulai pake smartphone. Gue nggak menjudge orang tua itu salah ketika ngasih anaknya smartphone. Zaman udah beda, teknologinya udah beda, ngapain harus dipermasalahin lagi. Cuma orang yang suka membanding-bandingkan dan nggak mau menerima kenyataan aja yang sirik tentang kebiasaan orang jaman sekarang dibandingkan orang jaman dulu.

Kadang gue nggak ngerti juga ketika ada orang yang bilang dulu uang saku waktu dia sekolah cuma beberapa perak doang, terus dibanding-bandingkan dengan uang saku anak sekolah jaman sekarang. Apa dia nggak tau apa itu inflasi? Yakali jasa angkot sekarang tu bayarnya cuma 10 perak. Ajaran yang baik adalah ajaran yang bukan membanding-bandingkan, tapi harus bisa menyesuaikan. Menyesuaikan semangat hidup, menyesuaikan tekun, kerja keras, dan perbuatan baiknya. Misal, jaman dulu orang kemana-mana lebih banyak jalan kaki, bukan soal kita jaman sekarang harus ngikut jaman dulu yang harus jalan kaki kemana-mana, untuk apa diciptakan teknologi? Intinya adalah tujuan niat tersebut. Teknologi cuma untuk mempermudah.

Adalagi soal tagihan. Semakin hidup enak ternyata banyak juga tanggung jawabnya. Hidup nyaman ternyata berbanding lurus sama tagihan-tagihan yang harus dilunasi. Ternyata lampu untuk menerangi rumah nggak murah, nyalain TV dan AC, ngecharger hp, semua itu termasuk biaya listrik perbulan yang rutin harus dilunasi tepat waktu, telat sebulan aja dapat surat peringatan. Setiap tetes air di kamar mandi juga ternyata itu juga berasal dari PDAM dengan tagihan perbulan harus dilunasi. Masih ada lagi, yaitu cicilan rumah(KPR), asuransi, kredit kendaraan bermotor, uang belanja bulanan, tagihan uang keamanan, sampah, RT, dan lain-lain.

Tagihan-tagihan kayak gitu yang membuat orang dewasa dibuat stres. Buat gue juga ada biaya tambahan lain, yaitu biaya dana darurat kalau seandainya kejadian hal-hal yang nggak diinginkan gue jadi punya persiapan sebelumnya yang gue simpen di rekening bank lain/yang beda, biaya traveling/piknik/liburan ini perlu juga, nggak mau aja kayak orang-orang di internet yang menyebar kebencian, hoax, marah-marah, yang otaknya butuh vitamin sea. Kurang piknik.

Usia kepala dua juga masih banyak hal lain bagi cowok dan cewek. Cewek harus rutin menangani datang bulan, cowok harus rutin beli pisau cukur yang udah jadi kebutuhan menyamai nasi dan juga tissue(jangan tanya ini buat apa).

Masalah percintaan, gue nggak terlalu mikirin ini sih. Gue juga nggak menjadikan ini jadi prioritas utama gue. Masih ada yang lebih penting, yaitu karir, kesehatan, dan keluarga. Dan hidup berdua ataupun menikah juga buat gue itu tentang kebutuhan di atas tadi apakah udah siap buat dikalikan dua. Itu aja sih yang menjadi pertanyaan apakah gue bakal memutuskan untuk berumah tangga kapan.

Umur yang bertambah dewasa juga buat gue banyak hal yang membuat gue makin ngerti. Sejak kecil gue ingin sesuatu, hal itu bisa terwujud dengan dikasih dari orang tua. Tapi sekarang, kalau gue ingin sesuatu ya berarti gue harus usaha dulu, kerja, cari uang sendiri lalu beli. Sejak kecil gue sering nggak menghargai apa yang dipunya baik barang maupun orang tersayang. Gue nggak merawat apa yang udah gue punya sampai akhirnya gue pun menyesal karena kehilangan. Samakin kesini, gue semakin berusaha merawat apa yang udah gue dapat, semakin bertanggung jawab dengan orang yang udah ada di dunia gue dengan cara memberi mereka kepercayaan bahwa gue belajar dari kesalahan untuk menjadi lebih baik lagi.


"Menjadi dewasa itu sulit. Menjadi dewasa itu merepotkan. Tapi, usia berapapun kita berbuat baik, balasannya itu nggak akan berubah menjadi kebalikan."

Gue hidup hari ini dengan bersyukur, bukan membanding-bandingan dengan hidup orang yang berada di atas gue. Yang punya kendaraan yang lebih keren, membandingkan penghasilannya yang lebih besar dari gue, ataupun membanding-bandingkan dengan orang yang mempunyai pacar yang cantik, baik dan perhatian. Yang menjadi rasa syukur gue sekarang adalah dengan melihat diri gue dahulu dengan diri gue yang sekarang, apakah gue udah lebih baik? Itu aja sih, karena kalau diri kita belum pernah lebih baik daripada diri kita yang dulu, tandanya kita belum merasa diri kita itu lebih hebat. Bersyukur dengan berkaca pada diri sendiri itu indah, nggak ada hal yang harus menyalahkan orang lain, cuma diri kita yang harus merasa malu.

Leave a Reply

Mohon beri komentar yang baik dan sopan. Semua komentar kalian pasti gue baca dan balas. Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Muhammad Iqbhal - masisibal - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -